Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Metode Pembelajaran Debat

berdebat
Metode Pembelajaran Debat, dalam metodenya membuat pembelajaran menjadi menarik dan sekaligus mengaktifkan siswa.

Debat adalah model pembelajaran dengan sintaks: siswa menjadi 2 kelompok yang saling berseberangan, siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok, sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu seterusnya secara bergantian, guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya bila perlu.

Metode debat aktif
Metode pembelajaran debat aktif merupakan modifikasi dari model-model diskusi terbuka yang terjadi di kalangan kampus. Bagaimana membawa suasana debat tersebut di pada jenjang pendidikan yang lebih rendah. Dimana pelaku debat adalah siswa SMA kelas X dan XI (10 dan 11) yang belum banyak menguasai konsep atau argumentasi yang kuat untuk mempertahankan pendapatnya?
Metode pembelajaran debat aktif tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Galeri Foto

Galeri Foto guru dan siswa SMA Negeri 5 Balikpapan.
Foto menunjukan ekspresi, jika mau polos kita bisa melihat hal lain dalam gambar-gambar (foto), kealamian, kejujuran, kepolosan, sifat tersembunyi dan lainnya.

Foto-foto kegiatan Jum'at bersih dan sehat tanggal 26 Agustus 2016.















Foto Favorit, ekspresimu nid....(bukan keluarga Cemara tapi keluarga Strawberry)











Perkembangan Bahasa Melayu di Nusantara

Sejarah kebudayaan Islam Indonesia
Penggunaan Bahasa Melayu tidak hanya berlangsung di Kerajaan Aceh, tapi juga tersebar di hampir semua wilayah di Nusantara. Sejalan dengan proses Islamisasi yang makin intensif dan keterlibatan wilayah-wilayah di Nusantara dalam perdagangan internasional, maka Bahasa Melayu semakin luas digunakan di Nusantara.
Tidak hanya itu, Bahasa Melayu juga mulai digunakan oleh orang-orang Eropa (Belanda dan Inggris) sebagai bahasa pengantar di bidang administrasi dan sarana komunikasi dengan orang pribumi di seluruh wilayah penjajahan Inggris dan Belanda khususnya di daerah-daerah wilayah kerajaan Melayu.

Perkembangan Bahasa Melayu ini selanjutnya melahirkan proses interaksi budaya yang semakin intensif. Di sini, jaringan komunitas Muslim—yang berbasis di kerajaan—tidak hanya terbatas mengislamkan, tapi mulai diikat dengan kesamaan Bahasa Melayu, teks agama (kitab) dan aksara Jawi.
Teks Tajus as Salatin, misalnya ditulis Bukhari Al-Jauhari di Aceh pada 1603, teks tersebut tidak hanya berpengaruh di dunia Melayu, lebih-lebih di Kerajaan Aceh, tapi juga di kerajaan lain di Nusantara.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas