Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Penegasan! Jangan bergunjing

jauhi-ghibah
Penegasan! Jangan bergunjing.
" Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati " :

Allah menyamakan ghibah/bergunjing dengan memakan bangkai karena mayit tidak mengetahui jika dagingnya di makan sebagaimana orang yang masih hidup tidak mengetahui bahwa dia di ghibahi/digunjingkan.

alHujurat 12
QS. surat al Hujurat ayat 12
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang

Perspektif kesalehan

Tentunya ada pembuatnya
Kesalehan, kebaikan, keberadaban ; Manusia, atheis ataupun bukan, ingin merasakan saleh.Ingin merasa bahwa ia berbuat kebaikan.
Dan bisa diduga bahwa kebanyakan pembuat free software, yang tanpa motivasi pemasaran adalah orang-orang yang atheis.
Ini karena kebanyakan orang Eropa (dan Amerika, dalam kadar yang sedikit lebih rendah) adalah atheis.

Bila seorang atheis, sulit mendapatkan tujuan hidup dan pembenaran atas tindakannya. Jadi perlu membuat suatu "Agama" sendiri, membuat sendiri ukuran kesalehan.
Kita bisa melihat betapa rumitnya situasi ini, bila kita tidak percaya Tuhan, logikanya adalah tidak percaya adanya surga dan neraka, dan tidak percaya adanya manfaat berbuat baik dan buruk.
Disinilah terjadi masalah.
Di satu sisi, jelas tidak ada lagi manfaat berbuat baik dan buruk, tapi disisi lain ada naluri yang sangat mendasar untuk berbuat kebaikan (dengan pemahaman masing-masing). solusi yang dipakai adalah menegakan "filosofi" sendiri, "agama" sendiri.

Energi yang hilang

Energi yang hilang: Sebagai pengetahuan bahwa setiap energi yang diubah dan digunakan selalu ada yang hilang (berupa panas), menguap.
Menyambung dari "daur ulang energi" tentang Hukum Pertama Termodinamika, pada kalimat terakhir - Kita bisa mendaur ulang energi sama seperti kita mendaur ulang sampah plastik menjadi ember, benarkah bisa begitu??
Ternyata tidak benar.
Pada Hukum Kedua Termodinamika mengatakan bahwa setiap kali kita mengubah energi dari wujud satu kewujud lain (memakai energi), kita kehilangan sedikit dari kemanfaatan keseluruhan.
Kita tidak dapat menghilangkan energinya sendiri-Hukum Pertama melarang dengan keras- tetapi kita kehilangan sebagian dari kemampuannya berkarya.

Dan jika anda tidak dapat memanfaatkannya, apa baiknya energi bagi kita?
Alasan hilangnya sebagian kemampuan berkarya tadi adalah karena setiap kali kita mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain, sebagian diantaranya berubah menjadi energi panas.
Mengharapkan panas tidak terbentuk sekecilpun sama dengan mengharapkan tidak ada gesekan di alat atau (sesuatu) perangkat mesin.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas