Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Hi hi hujan!

hujan lagi hujan
Hi hi hujan!..Kalau kamu melihat tanah longsor karena hujan. Secara kasat mata itu bencana bagi yang merasa bencana.

Proses alamiah (kebanyakan juga ulah manusia). Bukit yang hijau, dipaksakan gundul, diganti ditanami rumah-rumah, lokasi yang semestinya sebagai daerah resapan air tidak diindahkan.
Alhasil, alam hanya mengikuti tubuhnya dibedah (dadaldedel), jadilah banjir, longsor ..kemudian dikatakan manusia "bencana".

Hujan itu kebutuhan bumi yang bertanah, berbatu, berdaun, dan untuk manusia juga pada akhirnya.

Jadi nikmati saja hujan, walau tadi berdebum jatuh badan....ulah berjalan. Ber- ha ha hi hi..jingkrak kegirangan merasakan hujan, ...dan terplesetlah punggung berdebum menghantam lantai teras sebelah kanan si korden kuning.😝

Ha ha hi hi hujan!
Sakitnya tidak terasa, lucunya yang sangat terasa!😀😀😀😀

Kalau sudah begini nikmat mana lagi yang bisa dibantah!
Manusia semakin dewasa, semakin banyak menggunakan pikirannya untuk mencari celah sekecil apapun buat bersyukur.

Jangan terlalu lena dalam zona nyaman yang membungkusmu, melekat erat di status, pangkat dan kariermu!

Aku begini karena kamu, juga berdampak menjadi kalian begitu.
Basah badan, seperti tenggelam bersama-sama air (ibarat).
Dan seperti biasa, Tuhan juga yang selalu bersama kita.

Tauhid:
Tuhan itu meliputi semesta alam, analogi; ikan yang berada didalam air, hidupnya bergantung air, tubuhnya terdiri dari air, kemana-mana bergerak, depan belakang atas bawah....di liputi air!
Tapi jangan langsung berkesimpulan bahwa Air itu Tuhan ya....jangan salah paham. Ini hanya permisalan untuk memudahkan mengambil paham.
Bahwa kita selalu dekat dengan Tuhan.


Postingan spontan, tergelitik merasakan hujan, jadi nyambung tidak nyambung yaaaaaaa disambung-sambungkan saja yaa.

4 komentar:

  1. MasyaaAllah, Hanya orang ulul Albab yang bisa membuat tulisan seperti ini.
    Terima Kasih inspirasinya Mas Arya devi

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Rio atas kunjungannya...

      إِنَّفِي خَلْقِالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِوَاخْتِلاَفِاللَّيْلِوَالنَّهَارِلآيَاتٍلِّأُوْلِيالألْبَابِ
      الَّذِينَيَذْكُرُونَاللّهَقِيَامًا وَقُعُودًاوَعَلَىَجُنُوبِهِمْوَيَتَفَكَّرُونَفِي خَلْقِالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِرَبَّنَامَاخَلَقْتَهَذا بَاطِلاًسُبْحَانَكَفَقِنَاعَذَابَالنَّارِ

      Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (Ali Imran: 190-191)

      Hapus
  2. Alhamdulillah.. Tulian yang mencerahkan. Maaf baru bisa mampir lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas Nandar....sama mas saya juga sekarang jarang blogwalking...jadi pada ga tau juga kabar teman blogger lainnya..

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas