Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Aspek Penting E-learning

E-learning
Aspek Penting E-learning; Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas ‘tradisional’ guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya.
Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar.
Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya.
Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.....
Aspek Penting dalam E-learning;
E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal. Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learning adalah e-learning hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk pendidikan kursus.
Namun faktanya adalah saat ini 80% pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari-hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya.

Dalam hal ini, e-learning haruslah memiliki karakteristik berikut:
a. just in time – tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya.
b. on-demand – tersedia setiap saat.
c. bite-sized – tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.

E-learning menyediakan akses ke berbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia. Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat konten saja.
Sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E-learning menyediakan pengalaman belajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmu antara sesama pengguna e-learning.

E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama. E-learning bukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous) atau tidak langsung (asynchronous).

E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran. Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning .

Intranet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-ROM adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda).
Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulasi, audio dan video.
Ia juga harus me-nyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’ dengan bantuan profesional dalam bidangnya.

Sumber: HIKMA FAJARINI, www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Gambar: azgi.blogspot.com

11 komentar:

  1. jaman aku sekolah internet blm semaju sekarang, masih web 1.0

    jadi e-learning pakai cd-rom ga membuatku minat, lebih suka e-learning dgn googling, referensi bisa sangat banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. aryadevi sudut kelas27 November 2012 12.40

      iya referensi banyak dan menjadi harus cermat dalam memilah serta memilih, mana yang terbaik..
      salam mas

      Hapus
  2. seandainya jaman saya sekolah internet disini sudah menjamur senang sekali ya pak jadi mudah mencari bahan pelajaran. kalau dulu semua harus dicari dibuku

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu sekarang lebih mudah, tapi juga jangan menjadikan internet sebagai"guru"...tetap mesti ada bimbingan dari orang yang kompeten...tetap.
      salam bu

      Hapus
  3. Berarti semua aspek harus dimiliki ya Mas?

    Saya suka dengan peningkatan keaktifan dan tanggung jawab pelajar terhadap pembelajarannya. Tapi memang harus pada waktu tertentu ya, atau mungkin JUga bisa Guru sebagai pengawas dan penunjuk waktu tertentu terhadap kegiatan E-Learning ini ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, waktu tertentu yang sebenarnya sangat fleksibel karena diranah elearning tidak terkurung dengan wujud tatap muka seperti biasanya, kata mandiri dan penuh tanggung jawab menjadi kunci bagi siswa juga gurunya....thanks mas Budi...

      Hapus
  4. wah ane pas sekolah ndak ada yang pakai elerning sampai sekarang ane belum pernah merasakan elerning jadi itu untuk anak anak sekolah sekarang ane kuliah di UMy juga belum opakai elerning je

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iye ...mungkin belum 100% dapat dikatakan untuk kegiatan elearning, tapi setidaknya sudah ada dan sudah dicobakan....ini memang bergantung dengan kondisi sekolah, infrastruktur dll nya..

      Hapus
  5. udah dilakukan blm e-learnign itu? gmn pengaruhnya terhadap kemauan belajar siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru sekian persen sejujurnya untuk kondisi lokal kami, tapi tetap semangat untuk semakin mengembangkannya tentu saja dengan kesiapan infrastruktur sekolah dan dukungan pihak-pihak lain yang terkait....

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas