Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Banyak tertawa mematikan hati

ngerasani orang-tertawa
Banyak tertawa mematikan hati; intinya, jangan berlebihan.
Apalagi tertawa, menertawai kelemahan fisik, pribadi, aib orang lain.
Bergunjing (sudah jelas ada larangan) kemudian terbahak sedemikian rupa menertawai kondisi yang digunjingkan.

Apalah arti kedewasaan, jika tidak mau belajar, orang yang dikatakan merasa benar sendiri itu adalah salah satunya jika berkata-berpikir “kita sudah dewasa, bisa mengatur sendiri, sudah tahu yang baik dan salah (dosa)....itu.

Padahal justru dibalik kedewasaan pada usia tersebut, ada banyak sekali ujian-tantangan dalam mengelola hawa nafsu.
Berbeda dengan seorang anak kecil (belum baligh), mereka masih dalam toleransi untuk menjalankan syariat agama, sehingga bisa dimaklumi.
Kembali kepada masalah “tertawa”. Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana dan pertengahan. Tatkala Islam mensyariatkan untuk banyak tersenyum, maka Islam juga melarang untuk banyak tertawa, karena segala sesuatu yang kebanyakan dan melampaui batas akan membuat hati menjadi mati.

Sebagaimana banyak makan dan banyak tidur bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh, maka demikian pula banyak tertawa bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh. Dan jika hati sudah mati maka hatinya tidak akan bisa terpengaruh dengan peringatan Al-Qur`an dan tidak akan mau menerima nasehat.

Karenanya tidaklah kita temui orang yang paling banyak tertawa kecuali dia adalah orang yang paling jauh dari Al-Qur`an.
Adapun hukum banyak tertawa, maka lahiriah hadits Abu Hurairah di bawah  menunjukkan haramnya, karena hukum asal setiap larangan adalah haram. Apalagi disebutkan sebab larangan tersebut adalah karena bisa mematikan hati, dan sudah dimaklumi melakukan suatu amalan yang bisa mematikan hati adalah hal yang diharamkan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183
Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)

Simpulnya:
Apapun, jangan berlebihan. Hukum agama itu diperuntukan bagi manusia muslim yang dewasa (akil baligh, sehat dan tidak gila), jadi semakin dewasa banyak belajarlah, TERUTAMA ILMU AGAMA YANG KAMU ANUT ! Pahami ...pahami...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas