Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Jangan mendoktrin, tapi menjabarkan

harus dijelaskan
Pengajar-guru harus memberi penjelasan dari berbagai sudut pandang
Jangan mendoktrin, tapi menjabarkan berbagai paham pendapat dari ulama-ulama yang berbeda.

Cukuplah sudah dan jelas, sekolah adalah tempat menyampaikan pemahaman agama secara adil-berimbang, bukan doktrin.
Penyampaian satu permasalahan jangan hanya dari satu sisi pemahaman / pendapat organisasi, kelompok, Jemaah, ulama panutan, tetapi mesti juga menjabarkan pandangan pendapat dari ulama-ulama lain / mazhab-mazhab yang berbeda.
***
The Sick Soul ditinjau dari ciri dan sikap beragama seseorang. Tipe orang sakit jiwa dalam perilaku agamanya, bisa ditemui pada mereka yang pernah mengalami latar belakang kehidupan keagamaan yang terganggu. Dengan maksud orang tersebut menyakini suatu agama dan melaksanakan ajaran agama tidak didasarkan atas kematangan beragama yang seimbang secara bertahap sejak usia anak-anak hingga dewasa seperti lazimnya yang terjadi pada perkembangan secara normal.

Mereka ini meyakini agama dikarenakan oleh adanya penderitaan batin yang antara lain mungkin diakibatkan oleh musibah, konflik batin ataupun sebab lain yang sulit diungkapkan secara ilmiah.

Menambahi, tipe orang sakit jiwa dalam agama adalah seperti banyak kasus penistaan agama. Cara pandang berpikir yang cenderung sempit, menganggap buah pikiran sendiri yang paling benar ( semakin jumawa lagi dengan cara penafsirkan sumber-sumber hukum yang dijadikan pegangannya dengan cara serampangan, tanpa literatur yang jelas dan lengkap).
Dari hasil pemahaman yang "asal", kemudian berlanjut dengan implementasi yang brutal pula.
***
Penerapan yang brutal, berakibat berdampak negatif bagi pemeluk agama yang sama atau lain (masyarakat awam). Agama menjadi tumpahan kesalahan, dan genaplah sudah, para pemeluknya yang berbuat keliru, ajaran agama yang disalahkan.

Tambahan kedua, dalam konteks pembelajaran terhadap siswa-siswa yang belia, tidaklah tepat jika dalam penyampaian ajaran agama hanya menyampaikan dari sudut pandang si guru yang cenderung mendoktrin.

Penyampaian satu permasalahan jangan hanya dari satu sisi pendapat ulama panutan/mazhab, tapi mesti juga menjabarkan pandangan pendapat dari ulama-ulama lain yang berbeda.

Biarkanlah siswa belajar memilah dan mengeluarkan pendapat mereka kemudian memilih/sependapat - walau akhirnya perjalanan waktu juga yang bisa membuat mereka mantap dalam pilihan.


-Jangan mendoktrin, tapi menjabarkan, sebagai sikap dari melihat kondisi siswa/mahasiswa yang sering dijadikan obyek cuci otak dari pengusung pemahaman-pemahaman baru.

2 komentar:

  1. aku setuju banget dengan pendapatnya Ibu guru Devi, memang kita sebagai pengajar harus bener-bener bisa menjabarkan sebagai bentuk pelatihan nalar mereka dalam berpikir, bukannya malah mendoktrin yg akan menyebabkan nalar mereka kurang berkembang.
    salam kenal bu guru

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya terimakasih mas Isma....

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas