Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Anggur ke-akuan

malam
Jika aku lagi ingin
kubawa anggur sembari tafakur
kan ku singkap sutera halus auratmu.

Ini untuk aku, jasad hina lagi berkelana.
Bukan untuk mereka.

Apakah seperti saudaraku yang tua disana
membicarakan rahasia tuhan seperti makan buah pisang.
mengupas, menelanjangi-Nya, lalu melempar kulit ke keramaian
membuat terpeleset orang-orang?

Merasakan nyaman duduk pada sajadah wangi, berkerumun para siswa
meminta-minta.
Merasakan sunnah Rasul, mengelus bulu-bulu, dibanggakan.
Apakah sudah terjebak dengan lambang-lambang?
Masuk ke lorong bagian dari jalan...memang banyak persimpangan, yang mampu melenakan untuk menuju jalan lurus langsung ke hadirat-Mu.

Tuhan,.. apakah aku ini secangkir kopi? yang cuma cukup diminum 1 jam?
Atau satu kolam pancuran?...yang mampu membuat mereka mandi...
atau,
mungkin wadahku bisa dimodifikasi, menjadi ukuran yang lentur menyesuaikan...mungkin.

Tapi jelas sekarang, lapisan debu masih lengket menebal, itu juga yang membuat wadah ini menyesakan.

Kembali, jika aku lagi ingin
kubawa anggur sembari tafakur
kan ku singkap sutera halus auratMu.

Gambar:Bob van Alphen

2 komentar:

  1. muslim itu justru musti menunjukan kesederhanaannya dan fokus pada meningkatkan iman-takwa

    dgn kata lain iman-takwa tidak ditunjukan dari pakaiannya, sajadahnya, gelarnya ....buat apa pakai semua itu kalau rapat dan lurus saat sholat berjamaah di masjid tak mau

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas