Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Tentang Bullying

bullied
Berita-berita tentang bullying (intimidasi/penindasan), dan korban-korbannya sudah banyak diangkat dimedia online maupun media konvensional.
Korban bisa siapa saja, tidak memandang profesi, tidak juga pada masalah gender.
Blog ini pun ada beberapa mengangkat masalah tersebut (http://arya-devi.blogspot.com/2013/01/guru-korban-cyberbullying.html ; http://arya-devi.blogspot.com/2011/08/bullying-dan-siswa.html ; http://arya-devi.blogspot.com/2011/01/waspada-cyber-bullying.html ; dan di blog sebelah http://belajardaninformasi.blogspot.com/2012/12/budaya-sekolah-bisa-berkontribusi-untuk.html ).

Dan mengintimidasi korban tidak hanya di media online (ranah mem-bulli), tetapi terlebih lagi pada keseharian pada perilaku nyata.
Sebagai bukti dari media online, mungkin bisa disimpan sebagai bahan tuntutan, tetapi sulit jika mengintimidasinya lewat perilaku didunia nyata ( bukan media online), karena sulit untuk membuat bukti dari ocehan ( intimidasi secara verbal). Kecuali dengan merekamnya untuk menjebak atau bukti memar bekas kekerasan fisik.
Banyak kasus terjadi, banyak korban juga mengalami, tetapi selalu berulang, seperti kasus yang masih hangat ini...meninggalnya mahasiswa ITN di acara ospek.

Lembaga pendidikan, apapun tingkatannya, sebaiknya jangan "membudayakan" perilaku intimidasi, walau berbalut acara ospek tetap tidak dibenarkan melakukan kekerasan fisik maupun psikis.
Karena dari beberapa riset diluar, memang secara tersembunyi (laten) lembaga-lembaga pendidikan tidak mengetahui atau bahkan membiarkan perilaku senior-senior dari siswa/mahasiswa tersebut.
***
Aksi intimidasi (bullying) yang biasa terjadi pada anak-anak/siswa di sekolah ternyata memiliki dampak yang sangat mengkhawatirkan.

Riset tim peneliti dari University of Warwick dan University of Bristol, Inggris, menemukan anak-anak/siswa yang mendapatkan tindakan bullying di sekolah cenderung akan mengalami gangguan jiwa.

Saat beranjak dewasa, mereka kerap mengalami halusinasi dan paranoid berupa mendengar suara-suara aneh, dilansir Telegraph, Kamis 19 Desember 2013.

Bullying adalah jenis penindasan yang sering terjadi di dunia pendidikan. Biasanya berlangsung dalam periode waktu yang panjang. Penindasan dapat dilakukan secara fisik, verbal, dan emosional. Contohnya, dikucilkan, sering diejek, dicibir, diolok-olok, bahkan tidak diajak bicara.

Riset ini menemukan, anak-anak/siswa yang menjadi korban bully hampir lima kali lebih mungkin menderita gangguan psikotik—gangguan jiwa yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menerima realita—ketika mereka berusia 18 tahun.

"anak-anak/siswa yang tersiksa sewaktu di sekolah akan mengalami halusinasi dan paranoid. Mereka seperti mendengar suara-suara aneh yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius di kemudian hari," kata Profesor Dieter Wolke dari University of Warwick.

Berangkat dari penelitian ini, Profesor Dieter dan tim menegaskan agar pihak sekolah atau guru-guru di mana pun harus segera menghentikan tindakan bully di sekolah, khususnya pada tingkat sekolah dasar. Karena, jika dilakukan di sekolah menengah semua sudah terlambat.

"Biasanya anak-anak yang menjadi korban bully akan mengalami gangguan psikotik pada usia 18 tahun. Aksi bullying harus segera dihentikan untuk mencegah rusaknya kesehatan mental seseorang ketika beranjak dewasa," tegas Wolke.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan di Jurnal Psychological Medicine.
***
Mengenai korban, tidak hanya siswa/anak-anak, seperti tertulis diatas; Korban bisa siapa saja, tidak memandang profesi, tidak juga pada masalah gender.

Jika di lembaga pendidikan, maka semua warga sekolah bisa menjadi korban atau pelaku intimidasi.
Jadi jangan menganggap biasa (remeh), masalah baru akan heboh luar biasa jika ada korban yang depresi atau bunuh diri atau mati !

Gambar:http://amplifiedlifenetwork.com

4 komentar:

  1. sekarang ini di internet juga ada bullying, cyber bullying

    BalasHapus
  2. harus waspada dan sigap dengan keadaan ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu mesti memasang kepedulian tingkat tinggi

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas