Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

al Jaami'-Yang Maha Penghimpun

Pembahasan Asmaul Husna untuk al Jaami'-Yang Maha Penghimpun-Kompetensi Pengetahuan (KD3.5 Memahami makna Asmaul Husna: (al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir).

al Jaami'-Yang Maha Penghimpun
al Jaami' (yang Maha Penghimpun/yang Maha Mengumpulkan) adalah Allah yang memadukan hal-hal yang sama, hal-hal yang berbeda dan hal-hal yang bertentangan. Sejauh menyangkut Allah mempersatukan hal-hal yang sama, bahwa Dia menyatukan/mengumpulkan banyak manusia dimuka bumi.

Dia mengumpulkan orang-orang mulia diantara mereka di padang kebangkitan. Sejauh menyatukan hal-hal yang berbeda, Dia menyatukan langit, bintang, udara, bumi, lautan, binatang, tumbuh-tumbuhan dan berbagai mineral. Semua ini memiliki bentuk, warna, rasa dan sifat yang berbeda, namun Dia telah mempersatukan sebagiannya di bumi dan menyatukan tulang, urat, darah, otot, otak, kulit serta unsur lainnya dalam tubuh.
Adapun hal-hal yang bertentangan, Dia menyatukan panas dan dingin juga kering dan basah dalam tubuh. Itulah segi penyatuan yang paling nyata dan tepat. Manusia mengetahui fakta-fakta bahwa Dia yang menyatukan, jika mengetahui kenyataan hal-hal yang telah disatukan-Nya di dunia dan di akhirat.
QS-56. Al Waaqi'ah:49~50
Al-Waaqi'ah 49-50

Katakanlah: "sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan diwaktu tertentu pada hari yang dikenal"(Al Waaqi'ah:49~50)


QS-3.Ali Imran:9
Ali Imran ayat 9
`Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji` (Ali Imran:9).


QS-4.An-Nisaa':140
An-Nisaa ayat 140
Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, (An Nisaa':140).

QS-77.Al Mursalaat:38
Al-Mursalaat ayat 38

`Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu` (Al Mursalaat:38).
Manusia yang mempersatukan adalah yang menyatukan perilaku lahiriah anggota-anggota tubuhnya dengan kenyataan-kenyataan bathiniah hatinya. Manusia yang menyatukan adalah manusia yang memiliki ilmu pengetahuan yang sempurna dan akhlak yang terpuji. Dia dapat disebutkan sempurna bila cahaya pengetahuannya tidak memadamkan cahaya kesalehannya. Menyatukan kegigihan, ketabahan, atau kesetiaan dengan pengetahuan yang mendalam adalah sulit.

Oleh karena itu, anda akan melihat sebagian orang yang amat saleh dan zuhud, namun pengetahuannya kurang. Anda juga melihat sebagian orang memiliki pengetahuan luas dan mendalam, namun kurang kesalehannya. Jadi siapapun yang menyatukan ketabahan dengan pengetahuan yang luas dan mendalam, dia dikenal dengan orang yang menyatukan.


Sumber:Imam Al-Ghazali
Bahan Pembelajaran Agama

5 komentar:

  1. artikel nya cukup menarik juga terimakasih http://goo.gl/Gi3hhB

    BalasHapus
  2. terimakasih buat info menarik nya semoga bermanfaat http://goo.gl/qbAipv

    BalasHapus
  3. hei sob artikelnya cukup menarik dan bagus http://goo.gl/d6pK0p

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas