Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Celoteh sufi metro

Apakah kalau belajar agama secara mendalam (baca hakiki) tidak boleh tampil modis dan keren? Apakah kalau menjadi sufi tidak boleh ke kafe dan wajib menjauhi gadget canggih? apakah benar agama akan punah pada 2041? (pertanyaan kritis orang kota yang lagi semangat belajar agama)

Nigel Barber, seorang ahli biopsikologi, meyakini agama akan punah pada tahun 2041. Katanya, peningkatan kekayaan dan kesejahteraan di negara maju dan berkembang menjadi penyebab punahnya agama.
“Orang-orang berpendidikan tinggi yang tinggal di kota akan cenderung menjadi ateis,” kata Barber.
Sekarang, atau 28 tahun menuju angka 2041, tanda-tanda akan punahnya agama memang sudah kelihatan. Misalnya banyak tempat ibadah yang ditutup karena tidak ada lagi yang datang. namun tanda ke arah sebaliknya juga tidak kalah banyaknya.

Tuhan bukanlah dongeng

Tuhan bukanlah dongeng, jika dalam berkeyakinan tentu tidak cukup hanya dalam pernyataan atau berbicara bahwa saya mempunyai agama dan ber-Tuhan.
Sering tanpa disadari para pelaku yang beragama, dalam kehidupannya seolah tidak berTuhan atau menganggap Tuhan hanyalah dongeng (tentunya ini akan dibantah oleh para pelaku yang merasa beragama).
Mengapa dikatakan merasa beragama?
Karena kerap kali, seorang yang dikatakan muslim berbuat diluar batas etika (kewajiban-kewajibannya dalam beragama) atau secara lugas dikatakan tidak beradab dengan Tuhan Rabbul Idzati- Tuhan pemilik Dzat.
Hukum-hukum agama yang sudah jelas hitam dan putihnya, menjadi abu-abu ditangan pelaku yang merasa beragama.
Siang bermaksiat malam beribadah atau antara keduanya dicampur baurkan, tidak ada lagi batasan yang jelas.

Tuhan dan sejarah

Sejarah itu pada dasarnya adalah belajar untuk menghargai, karena adanya sejarah berawal dari diadakannya kehidupan.
Dalam sejarah banyak sekali bidang ilmu yang dapat dihubungkan.
Tuhan sebagai yang tidak dapat diseumpamakan, diwujudkan dan dilihat, tetapi dapat dirasakan oleh hati dan dibuktikan oleh pikiran lewat jejak-jejak penciptaanNya di muka bumi atau seluruh alam semesta.
Dari mempelajari jejak-jejak (sejarah) terjadinya sesuatu di dunia ini, sebenarnya itu sebagai pertanda bahwa ada yang menciptakannya.
Tidak hanya berupa materi/benda, tetapi juga melingkupi semua, termasuk “perilaku”.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas

Labels

Pengembangan pendidikan siswa Perenungan wawasan belajar Pembelajaran manusia guru agama Aplikasi Gratis Metode Dinamika Indonesia Allah hidup sekolah Linux Tuhan Open source SDM anak kondisi orangtua Penyegaran aplikasi Pendidikan Agama Islam pelajaran cerita award dan tag blogger sejarah Islam alQuran kreatifitas media Inisiatif gaya hidup kurikulum 2013 sosial teman hadits lingkungan PAI Internet Aplikasi pendidikan Regulasi komputer tauhid teknologi Tafsir pemimpin perilaku aplikasi linux rasa Google Keamanan budaya harmonisasi ilmu balikpapan cinta hati hikmah ibnu katsir iman kecerdasan kontes artikel manfaat otak Al-Fatihah pelajaran matematika rekayasa Tradisi berita karakter air desain grafis kepribadian mata shalat ubuntu alam alternatif analisis aplikasi bantu atom distro fisika gaya belajar jaringan kesadaran kimia listrik molekul nilai ideal perangkat pembelajaran portabel prakarya&kewirausahaan puasa ramah lingkungan sahabat sistem Office asmaul husna efisiensi energi facebook game gaya green computing jiwa kompetensi dasar pengetahuan magnet media sosial membersihkan perangkat lunak program semester setan ujian Gerakan Pramuka IP Jalalain angin aryadevi bergerak berhitung bosan browser bugil bullying ciri berpikir kreatif efektivitas hadits qudsi hari raya hikayat balikpapan home visit hukum termodinamika ibu ikhlas info jalan kedisiplinan kewalian kleptomania kosong legenda ma'rifat masyarakat partikel pelabelan produk pelestarian praaksara sejuk silabus supervisi guru topeng utility zakat fitrah ruang lingkup