Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading

Berjiwa Kebangsaan itu

berjiwa kebangsaan itu
Berjiwa kebangsaan itu bukan hanya berbahasa indonesia yang baik dan benar, terlebih lagi kalau sering membuat pendengar tersenyum geli ketika mendengar para pejabat publik sering berbahasa campuran Inggris-Indonesia-daerah, saat berbicara didepan umum.

Bukan juga hanya rajin mengikuti upacara bendera setiap senin dan hari besar nasional lainnya, membaca Pancasila, UUD'45 dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Berjiwa kebangsaan itu bukan juga, selalu ikut demo, berteriak lantang disaat ramai dan memprovokasi tetapi diam duduk manis disaat sendiri.
Apalagi, selalu semangat saat tawuran, memukuli orang yang tertangkap basah mencuri, berzinah..bahkan menyeru kalimat AllahuAkbar!..bukan seperti itu.

Senyummu semanis gula

senyumku manis..kan
Senyummu semanis gula, serta sehat tanpa penyakit gula.
Jika anda adalah tipe orang yang mudah depresi dan mengalami emosi yang tidak stabil, maka coba ingat mengenai pola konsumsi gula anda. Konsumsi gula berlebihan memang tidak baik untuk kesehatan. Tetapi ini bukan berarti simanis ini “jahat sekali” sehingga tidak boleh didekati apalagi dikeloni ^__^.

Seperti halnya karbohidrat, lemak dan protein, gula juga sangat diperlukan dalam porsi yang proporsional tentunya.
Gula berperan dalam produksi hormon serotonin, si pemberi pengaruh untuk kondisi perasaan baik, rasa nyaman dan gembira.
Peran gula ini yang tidak bisa digantikan dengan senyawa lain. Mengonsumsi gula tetap penting, asal anda tahu batasannya.

Adab dan belajar

belajar
Adab adalah kesopanan, tingkah laku yang pantas dan baik , kehalusan budibahasa, tata susila, dan kesusastraan.
Bentuk jamaknya adalah al-adab.

Kata ini sudah dikenal sebelum datangnya Islam, diperkirakan 150 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sejak zaman itu pengertian adab telah mengalami perkembangan.Pada masa permulaan Islam kata adab selain berarti akhlak yang baik, juga berarti pengajaran dan pendidikan yang baik seperti terlihat dalam ungkapan Nabi SAW :
“ Addabani rabbi fa ahsana ta’dibi “
(Tuhanku telah mendidiku dengan sebaik-baiknya pendidikan).

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas

Google+ Badge