Berjiwa kebangsaan itu bukan hanya berbahasa indonesia yang baik dan benar, terlebih lagi kalau sering membuat pendengar tersenyum geli ketika mendengar para pejabat publik sering berbahasa campuran Inggris-Indonesia-daerah, saat berbicara didepan umum.
Bukan juga hanya rajin mengikuti upacara bendera setiap senin dan hari besar nasional lainnya, membaca Pancasila, UUD'45 dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Berjiwa kebangsaan itu bukan juga, selalu ikut demo, berteriak lantang disaat ramai dan memprovokasi tetapi diam duduk manis disaat sendiri.
Apalagi, selalu semangat saat tawuran, memukuli orang yang tertangkap basah mencuri, berzinah..bahkan menyeru kalimat AllahuAkbar!..bukan seperti itu.
Bukan juga hanya rajin mengikuti upacara bendera setiap senin dan hari besar nasional lainnya, membaca Pancasila, UUD'45 dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Berjiwa kebangsaan itu bukan juga, selalu ikut demo, berteriak lantang disaat ramai dan memprovokasi tetapi diam duduk manis disaat sendiri.
Apalagi, selalu semangat saat tawuran, memukuli orang yang tertangkap basah mencuri, berzinah..bahkan menyeru kalimat AllahuAkbar!..bukan seperti itu.


