Sesuatu yang tidak direncanakan tetapi mempunyai nilai dan pesan yang akan tersampaikan lewat suatu kegiatan siswa dan gurunya.
(Ilustrasi)
Seorang siswa mendatangi, membawa laptop, berdiri dibelakang saya.
"Pak, saya mau belajar tentang linux ", dia berkata.
"hmm," saya yang lagi makan tidak menoleh tetapi mengangguk...
Siswa yang satu ini terbilang cukup akrab dan rajin menyimak, jadi obrolan pun berjalan seraya makan.
" Ya, nanti saya pinjamkan CD master-nya Ubuntu," sambil tetap memamah.
"Cara install-nya bagaimana, pak ?...
" Pertama sediakan dulu ruang kosong di harddisk,...o ya, OS laptop mu apa ?
" Vista pak", jawabnya...
"Jadikan dual boot aja ya" saya menimpali, "sebelum familiar benar dengan linux, jangan tinggalkan OS yang lama, nanti kalau sudah yakin dan paham benar, silahkan saja hapus OS yang lama"...
"Tapi tetap dipertahankan juga tidak apa," kata saya menambahi.
"Tapi pak dilaptop saya gak ada drive DVD-nya " dia berkata, saya menoleh melihat siswa itu lagi duduk agak jauh di meja depan dekat bilik ruang istirahat di laboratorium, " Pake Flashdisk bisa kok," kata saya," nanti kita kemas master-nya kedalam Flashdisk".
"Sekarang pak ? dia mencoba mengejar, terlihat minatnya yang bersemangat.
" Sebentarlah, belum juga minum ini", sambil tertawa, siswa itu juga.
Kemudian kami pun bekerja sama, sebelumnya diberi ulasan singkat untuk membagi partisi harddisknya dengan software pembagi partisi.
Setelah itu dibiarkan dia bekerja sendiri, sedang saya membuat master pada flashdisk.
Masalah sederhana pada ilustrasi diatas, menunjukan bahwa materi tersembunyi / hidden materi, walau tidak direncanakan oleh sekolah dan dalam programnya tidak ditulis atau dibicarakan oleh guru tetapi merupakan upaya murni siswa dan guru atas potensi dan kreatifitas. Dalam setiap tatap muka selalu diselipkan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi open source, walau mereka pertama kurang menanggapi, tetapi sekarang ada saja yang berminat dan ingin memakainya.
(Ilustrasi)
Seorang siswa mendatangi, membawa laptop, berdiri dibelakang saya.
"Pak, saya mau belajar tentang linux ", dia berkata.
"hmm," saya yang lagi makan tidak menoleh tetapi mengangguk...
Siswa yang satu ini terbilang cukup akrab dan rajin menyimak, jadi obrolan pun berjalan seraya makan.
" Ya, nanti saya pinjamkan CD master-nya Ubuntu," sambil tetap memamah.
"Cara install-nya bagaimana, pak ?...
" Pertama sediakan dulu ruang kosong di harddisk,...o ya, OS laptop mu apa ?
" Vista pak", jawabnya...
"Jadikan dual boot aja ya" saya menimpali, "sebelum familiar benar dengan linux, jangan tinggalkan OS yang lama, nanti kalau sudah yakin dan paham benar, silahkan saja hapus OS yang lama"...
"Tapi tetap dipertahankan juga tidak apa," kata saya menambahi.
"Tapi pak dilaptop saya gak ada drive DVD-nya " dia berkata, saya menoleh melihat siswa itu lagi duduk agak jauh di meja depan dekat bilik ruang istirahat di laboratorium, " Pake Flashdisk bisa kok," kata saya," nanti kita kemas master-nya kedalam Flashdisk".
"Sekarang pak ? dia mencoba mengejar, terlihat minatnya yang bersemangat.
" Sebentarlah, belum juga minum ini", sambil tertawa, siswa itu juga.
Kemudian kami pun bekerja sama, sebelumnya diberi ulasan singkat untuk membagi partisi harddisknya dengan software pembagi partisi.
Setelah itu dibiarkan dia bekerja sendiri, sedang saya membuat master pada flashdisk.
Masalah sederhana pada ilustrasi diatas, menunjukan bahwa materi tersembunyi / hidden materi, walau tidak direncanakan oleh sekolah dan dalam programnya tidak ditulis atau dibicarakan oleh guru tetapi merupakan upaya murni siswa dan guru atas potensi dan kreatifitas. Dalam setiap tatap muka selalu diselipkan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi open source, walau mereka pertama kurang menanggapi, tetapi sekarang ada saja yang berminat dan ingin memakainya.
yang sulit adalah menumbuhkan minat terhadap "hiden materi" karena yang lebih sering terjadi adalah kebanyakan siswa hanya menunggu materi yang disajikan, hal ini mungkin disebabkan karena mereka takut melakukan kesalahan
BalasHapussalam sahabat
BalasHapushidden materi?hal ini lebih dominan dengan penerapan dan hasilnya mas Arya karena hidden materi juga embawa pada sebuah pembahasan yang juga belum bisa dipastikan itu menurut saya
yup, kadang memang hiden materi itu memancing siswa untuk kritis dan tidak malu untuk bertanya...
BalasHapussemangaaaat ^^
berarti lappy nya murid bapak sama seperti punya saya, tidak ada drive DVD nya. modelnya imut pasti. soalnya kalo lappy yang gedhe selalunya ada tempat drive DVD nya
BalasHapushidden materi jd show materi, tergantung dari siswanya..jika tak ada siswa yg kreatif, pasti yg hidden tetaplah hidden..:)
BalasHapusohh guru IT rupanya. :)
BalasHapusnice info n creative student i like it.
BalasHapusSalam
hhi..
BalasHapusjadi kangen pengen ngajar lagi :)
wuih, senangnya , bila ada murid yang berinisiatif seperti diatas ya Arya, tambahan lagi sang guru pun merespon dengan hati yang terbuka, membuat siswa semakin mengalir kreativitas nya .
BalasHapusSeandainya dulu guru bunda sewaktu sekolah seperti dirimu Arya,bahagia pastinya .....
salam