Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Stereotipe dari guru

Stereotipe dari guru
Stereotipe adalah kombinasi dari ciri-ciri yang paling sering diterapkan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain atau seseorang kepada orang lain. Secara lebih tegas dapat dikatakan stereotipe sebagai generalisasi kesan yang kita miliki mengenai seseorang/kelompok, terutama karakter psikologis atau sifat kepribadian.
Contohnya, stereotipe yang berkenaan dengan asal etnik adalah stereotipe yang melekat pada etnis Jawa, seperti lembut dan penurut, etnis Batak adalah keras kepala dan tegas, tidak suka basa basi, orang Minang yang pintar berdagang dan etnis Cina adalah berhemat dan pekerja keras.

Dari beberapa penjelasan dan contoh diatas tentang stereotipe, ada gambaran mengenai yang menjadi stereotipe dari seorang guru. Diantaranya dapat diklasifikasikan kedalam beberapa poin yang terlihat dan nampak secara umum:
-Guru dalam pandangan umum adalah tegas, lembut berwibawa dan bijaksana.
-Dalam pandangan sisi penampilan seorang guru lebih menampilkan tenang, sederhana, percaya diri.
-Pada sisi interaksinya dengan masyarakat, guru pandai memahami diri dan cenderung menjauhkan diri ( sangat berhati-hati) untuk tidak terlalu masuk dalam pergaulan orang ( bebas), atau dapat dikatakan menjaga "image"...?

-Guru lebih cenderung untuk menjadi atau ideal sebagai "pimpinan" dalam kegiatannya di masyarakat.
Bersikap otoriter, menggurui dan sebagai orang yang serba tahu, seperti saat dia berada didalam kelas dan akan memperlihatkannya diluar.
-Guru berusaha menjaga harga diri dan merasa keterikatan perilakunya pada norma yang berkenaan dengan kedudukannya. Bagi dirinya/mereka, guru itu terhormat dan harus berkelakuan sesuai dengan kedudukannya.

Inilah beberapa gambaran yang menjadi ciri stereotipe dari seorang guru pada umumnya, yang muncul karena pandangan pribadi guru sendiri, contohnya, guru memandang guru-guru sebagai kelompok yang berbeda dari golongan pekerja lainnya. Kecenderungan ini pun turut menimbulkan stereotipe guru maupun dari pandangan orang lain secara umum. Namun ciri-ciri diatas tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara komprehensif.
Tetapi pandangan ini yang menjadi umum dan nampak dari stereotipe seorang guru. Walaupun gambaran diatas tidak benar sepenuhnya, orang akan berinteraksi dengan guru berdasarkan pandangan yang ada padanya.

Sumber gambar: google

5 komentar:

  1. Dulu, guru seperti tulisan diatas. Tp saat ini kayaknya sudah berubah. Apalagi guru2 muda, lbh gaul. Eh gmn ya bahasanya? Ga bs menjelaskan Hihi

    BalasHapus
  2. terus terang saja, stereotipe di atas adalah harapan masyarakat thd sosok guru.. tapi skrg ini sudah terjadi banyak 'penyimpangan' dari harapan itu.

    BalasHapus
  3. memang banyak tipe orang
    ya aku kadang juga beda sikap kalo beda tempat

    BalasHapus
  4. Hai, apakabar sahabat.... :)

    Datang untuk mengucapkan,

    Selamat hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.


    -Ninneta-

    BalasHapus
  5. TErnyata guru juga manusia biasa sering salah dan tidak mengerti murid. Bisa jadi oya Bila Sms Mohon maaf lahir batin
    tidak masuk ke nomor hape panjenengan biarlah ucapan ini kami sampaikan


    Tiada kata yang indah selain saling maaf memaafkan di bulan suci nan fitri .
    Bila ada kata sikap . Kami atas nama admin kawanlama95 mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim. Waja’alnallah.

    Wa iyyakum minal ‘aidiin wal faa iziin..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Dan Batin”

    Semoga kebersamaan yang terjalin selama ini bisa memberikan keberkahan dan kebaikan untuk kita semua. Amien

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas