Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Temanku bugil

Jujur kalau bisa dikatakan mengenai dia (temanku bugil), obrolan lepas di media merakyat warung kopi, sore itu dipinggiran kota Balikpapan. Bicara ngalor ngidul yang akhirnya lepas ke masalah policy orang-orang atas. Dia, temanku, bukan apa dan siapa, cuma pekerja kasar disebuah pabrik pengolahan limbah organik. Dengan kebugilannya, temanku itu banyak disenangi kawan dan aku juga ^_^.

Temanku pada saat itu berbicara tentang kondisi masyarakat saat ini.
"Kalau saya dulu begitu antusias dalam pemilihan para wakil dan pimpinan, harapan sangat banyak ! Untuk dapat memperbaiki kondisi rakyat yang semakin melarat, tetapi sekarang, cuma kekecewaaan yang ada".....
Dia melanjutkan,"Beruntung yang memilih golput, gak ada beban"

Aku menimpali,"Lho ga ada beban, maksudmu?

Sang teman tersenyum,"Begini, pikirkan saja orang yang memilih dan mendukung para wakil dan pimpinan sekarang, tentunya mereka sudah penuh harap dengan orang-orang itu. Dan saat mereka terpilih, itu tidak lepas dari dukungan kamu, dia dan itu kan!..." sambil menunjuk sekelompok pejalan kaki diseberang jalan.
" Satu suarakan sangat berarti! Nah kalau sekarang, mereka yang terpilih itu berbuat yang memalukan, itu tidak lepas dari para pemilihnya karena mereka sudah memilih orang yang salah. Jadi tanggung jawab moral juga ada pada pihak rakyat yang telah memilih orang-orang itu...hayoo!

Aku terdiam, ...

Dia meneruskan lagi," Tidak memilih bukan berarti tidak punya prinsip, selama sistem pemilihan seperti kemarin dan kondisi perilaku orang-orang atas itu masih memalukan, yaaaa...pilihan golput masih niikmaaat..haha..hahahaha...terbahak dia..

Aku ikut tertawa (malas menanggapi argumen teman bugil itu).
tertawa melihat mimik mukanya yang lucu saat tertawa....

Dia sendiri entah tertawa karena apa, karena kupikir ada benarnya ocehan teman tadi, dan masalah yang dibicarakan tidak lucu, melihat ada orang-orang yang sudah kuyup dengan perilaku memalukan tetapi masih bisa berkata lantang tentang moralitas dan cenderung melakukan pembenaran terhadap kebejatannya...itu serius dan tidak lucu!
Karena sudah dekat senja, aku pulang.....meninggalkan dia sang teman yang tengah berbugil-bugil dengan keadaan.

18 komentar:

  1. @Mama Calvin: hahahahahaha makasih mba, sebenarnya ga ada batasan umur, asalkan dia sudah tau mana yang baik dan benar..ya cukuplah untuk bisa memahami....

    BalasHapus
  2. Hidupp golput.. Ternyata Banyak yg nyesel ikut milih lho..

    BalasHapus
  3. Golput berarti dia tidak menpunyai pilihan yang di percaya ama dia dan dia ragu2 untuk memilih seorang untuk di pilih..Golput HAM tsb.

    BalasHapus
  4. pakdepun turut bangga karena tidak turut memilih pemimpin yang sekarang berkuasa, mungkin pakde akan menyesal dan ikut malu bila pilihan pakde ternyata orang bejat

    BalasHapus
  5. duh saya juga golput sih sebenarnya..
    golput melihat banyak pilihan tidak cocok
    ketimbang asal pilih krn kepaksa yawislah

    BalasHapus
  6. iya tau gitu saya pun golput pastinya

    BalasHapus
  7. Salam kenal tukar Likn yukkkk

    BalasHapus
  8. Ga milih sapa2 n ga golput pula
    Ga tahu menahu n ga mau tahu urusan pilih memilih
    Hikz,,,,, Biar ga milih tp ikut partisipasi nyumbang devisa negara:)

    BalasHapus
  9. memilih partai ataupun calon pejabat atau putusan golput adalah hak azasi dan sudah siap dengan segala konsekuensi dari hasil pilihannya

    BalasHapus
  10. golput juga dah, soalnya klau khelak yang di pilih ternyata mengecewakan .. jadi gak merasa bersalah :P

    BalasHapus
  11. Mampir sekedar silaturahmi.
    Hal pilihan dikembalikan pada setiap individunya yang tentunya memiliki hak masing2 disertai konsekuensi atas pilihannya terhadap hasil "sang terpilih". Salam!

    BalasHapus
  12. Setiap ada pilkada, pemili maupun pilpres saya juga bingung. Takutnya salah pilih.

    BalasHapus
  13. Memilih seharusnya yang terbaik bukan karena sekedar senang atau atas dasar imbalan apapun.
    Perlu penerangan kepada masyarakat sebelum pemilihan umum,pilkada,dll.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  14. Hehehe kirain bugil apaan?
    Masih belum paham tuh siapa yang pantas dipilih

    BalasHapus
  15. sepertinya Arya sedang berusaha utk menghilangkan kata kunci bugil ini di mesin pencari ya ?
    usaha yg sangat baik sekali Arya
    ( acungan jempol utkmu Arya)
    salam

    BalasHapus
  16. salam sobat
    benar, tidak memilih bukan berarti tidak punya prinsip.
    kirain teman bugil beneran

    BalasHapus
  17. dikira bugil apaan ,hahaha

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas