Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Arrahmanir rahim

Arrahmaanirraahim
Arrahmanir rahim
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang


Al-Qurtubi mengatakan, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa ta'ala menyifati diri-Nya dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim sesudah firman-nya, "rabbil 'alamina," tiada lain agar makna tarhib yang dikandung rabbul 'alamina dibarengi dengan makna targib yang terkandung pada arrahmanir rahim, sebagaimana pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:
Kabarkanlah kepada hamba-hambaKu, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
(Al-Hijr: 49-50)

Juga dalam firman Allah Subhanahu Wa ta'ala yang lainnya, yaitu: Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-A'raf: 167)

Lafaz Rabb (Tuhan) dalam ayat tersebut mengandung makna tarhib(ancaman), sedangkan ar-rahmanir rahim mengandung makna targhib(ajakan).

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Seandainya orang yang mukmin mengetahui apa yang ada di sisi Allah berupa siksaan, niscaya tiada seorang pun yang tamak menginginkan surga-Nya. Seandainya orang kafir mengetahui apa yang ada di sisi Allah berupa rahmat, niscaya tiada seorang pun yang berputus asa dari rahmat-Nya".
***
(Secara etimologis, kata targhib diambil dari kata kerja رَغَّبَ yang berarti menyenangi, menyukai dan mencintai. Kemudian kata itu diubah menjadi kata benda تَرْغِيْب yang mengandung makna suatu harapan utuk memperoleh kesenangan,kecintaan, kebahagiaan.

Secara terminologis (istilahiy), arti targhib oleh Abdurrahman An-Nahlawi menjelaskan, pengertian targhib sebagai suatu janji yang disertai bujukan dan rayuan untuk menunda kemaslahatan kelezatan dan kenikmatan namun penundaan itu bersifat pasti baik dan murni serta dilakukan melalui amal saleh, atau dari kelezatan yang membahayakan (pekerjaan buruk).

Semua itu dimunculkan dalam bentuk janji-janji berupa keindahan dan kebahagiaan yang dapat merangsang seseorang sehingga timbul harapan dan semangat untuk memperolehnya. Secara psikologis, cara itu akan menimbulkan daya tarik yang kuat untuk menggapainya.
---
Sementara itu secara etimologis tarhib berasal dari kata رَهَّبَ yang berarti menakut-nakuti atau mengancam. Lalu kata itu diubah menjadi kata benda تَرْهِيْب yang berarti ancaman hukuman.

Pengertian tarhib secara terminologi adalah ancaman atau intimidasi melalui hukuman yang disebabkan oleh terlaksananya sebuah dosa, kesalahan, atau perbuatan yang telah dilarang Allah.

Dari asal kata tersebut, maka dapat diambil pengertian bahwa yang dimaksud dengan targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan yang membuat senang terhadap suatu yang maslahat, terhadap kenikmatan atau kesenangan akhirat yang baik dan pasti, serta suka kepada kebersihan dari segala kotoran, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan amal soleh dan kebajikan dan menghindari diri dari kenikmatan selintas, temporer yang bermuatan negative atau perbuatan buruk.

Sementara tarhib ialah suatu ancaman atau siksaan sebagai akibat dari megerjakan hal yang negative yang mendatangkan dosa atau kesalahan yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala Atau lengah dalam mejalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala).

Sumber:Tafsir Ibnu Katsir

2 komentar:

  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.....
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdu lillahi rabbil 'alamin

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas