Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Pragmatisme

Bahwa yang benar ialah yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.

Berdasarkan logika pengamatan, bersedia menerima segala sesuatu asal membawa akibat yang praktis.
Dalam keseharian, saya, kita, anda, kalian..tengah menyuburkannya ditengah tengah hidup ini.
Tak ada yang bisa memungkiri bahwa sebagian besar dari "saya" hanya berpikir praktis, yaitu hanya untuk hari atau saat ini.

Bagi kaum muda, sejatinya telah terurai dari generasi muda sebelumnya. Melanjutkan mengalir mewarnai, menodai..begitu seterusnya.
Akhir,.. kembali berpulang kepada "saya ", akankah diwariskan bumi yang rusak, masyarakat yang telah tercerabut dari akar budayanya atau tatanan pemerintah yang carut marut kepada generasi selanjutnya ?

Sumber : Misteri

18 komentar:

  1. wah,bahasanya berat nih. .
    met siang ae ya gan !

    BalasHapus
  2. elok makin pinter setiap berkunjung ke sini... ^______^ mkashy buat gratisan ilmunya pak.. ^______^

    BalasHapus
  3. kadang kadang praktis itu juga gak baik yah pak guru...........

    nice sharing

    salam dari
    blogger abnormal

    BalasHapus
  4. mmm..berat untukku membacanya...^^

    BalasHapus
  5. Jadi kek puisi nih Pak.
    Hehe

    BalasHapus
  6. bener, berat bgt nih bahasanya...:=)

    BalasHapus
  7. jalan2 malam nich sambil cari informasi terbaru dari blog sahabat...!

    BalasHapus
  8. kembaLi Lg pd diri masing2, menciptakan konsep paradigma dr masing2 pribadi.

    BalasHapus
  9. dari judul aja saya gag ngerti..
    duh maaf yaa..cuma mau mampir,,
    salam kenall.

    BalasHapus
  10. salam sobat
    wah tambah ilmu lagi mas,,
    saya berkunjung kesini
    tahu pragmatisme,,
    sebaiknya memang diwariskan yang terbaik untuk para kawula muda ,agar bisa melanjutkan dengan baik pula.

    BalasHapus
  11. assalamualaikum...

    diwariskan kepada ahlinya..yaitu yang bisa menjaga dan merawatnya

    BalasHapus
  12. sebelum ditemukan seorang ahli maka harus adanya pembentukan untuk menjadi sang ahli. itulah pendidik. senantiasa mendidik kaum muda untuk menjadi seorang yang ahli.

    BalasHapus
  13. hmm ...

    terkontaminasi budaya negatif ...

    prgmatisme ?

    ^_^

    absen pak arya ... hehehe ...

    BalasHapus
  14. absen di minggu pagi, maaf bLm sempat baca2 postingan Lainnya. mo oLahraga duLu. tancap gaaaaasss.......

    BalasHapus
  15. satuu duaa tigaa
    oby tunggu postingan selanjutnya :)

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas