Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Intimidasi

Pernah diintimidasi ?...bertahun-tahun…? Dengan fitnah-fitnah konyol tentang sosok manusia yang lemah ?
Bahkan seperti warisan, menurun…disebarkan kepara pecundang, entah itu preman, orang tua, orang gila dan anak-anak pun dihasut untuk teriak-teriak…saat melihat sosok lemah itu lewat.
Sedang si induk semangnya ( penghasut ), bersembunyi dibalik mereka…bersembunyi dengan “ kebanciannya “ …



Orang gila jadi tertawa….haha..ha..ha, sedangkan banci sejati pun masih berani tampil beda dan patut diacungi jempol karena berani kedepan dengan kebanciannya.

( tentang sekelompok manusia yang memperolok/menghina kelompok/individu manusia lain, sedang yang memperolok belum tentu lebih baik dengan yang dihina )

19 komentar:

  1. saling menghargai. ketika semua orang sadar akannya. indahlah lingkungan itu. dan semua akan berjalan sempurna..

    BalasHapus
  2. ketika merasa paling benar...
    mereka g sadar bahwa yg dilakukan malah salah besar...

    BalasHapus
  3. intinya kita harus bisa saling menghargai aja...

    BalasHapus
  4. setiap orang tidak ada yang sempurna, untuk apa kita menjelekkan orang lain, sedangkan kita belum tentu bisa lebih baik...

    BalasHapus
  5. coba hina diri kita sendiri sebelum kita menghina orang lain....
    tak ada orang yang gila di dunia ini, kecuali kita yang selalu gila saat menghujamkan hinaan, cacian dan makian kepada orang lain....

    BalasHapus
  6. wah emosi ane naik om pas baca postingan ni,,
    penghasut adalah virus, banci, stres....
    pkonya ga bleh idup..
    ane dlu prnah didgiin om..
    sgt sakit... hti ni, ktika diftnah..

    BalasHapus
  7. adalah lebih baik, jika kita berfokus kepada kekurangan diri sendiri untuk diperbaiki, kelebihan diri sendiri untuk dikembangkan supaya berguna bagi orang lain. dan kelebihan2 orang lain untuk kita hargai. Tulisan yg bagus sobat, singkat tapi mengena ke diri kita.
    salam

    BalasHapus
  8. Intimidasi kayak zaman ORBA aja ya Ndan.

    BalasHapus
  9. ^_^

    di satu sisi ane stuju, tapi di sisi lain ane kurang setuju ...

    intimidasi emang bukan sifat yang manusiawi dan sikap tak membeda-bedakan memang perlu dikedepankan, tapi ... untuk sesi banci, ane rasa tak perlu ada toleransi.

    Jelas dalam Islam yang ada hanya Lelaki dan Perempuan.

    afwan, tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, hanya berusaha mengungkapkan fakta yang ada ...

    BalasHapus
  10. penghasut, ke neraka aja!

    BalasHapus
  11. bener banget...
    sering terjadi juga di Ranah Politik Indonesia nih...

    BalasHapus
  12. intimidasi... oh intimidasii..

    BalasHapus
  13. mereka menyangka bahwa mereka yg terbaik..
    padahal.....

    salam kenal..

    BalasHapus
  14. ( tentang sekelompok manusia yang memperolok/menghina kelompok/individu manusia lain, sedang yang memperolok belum tentu lebih baik dengan yang dihina )

    Ingatlah firman Allah SWT yang bermaksud “Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan daripada sangkaan (supaya kamu tidak mengikut sangkaan yang dilarang). Kerana sesungguhnya sebahagian daripada sangkaan itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, dan janganalah setengah kamu mengumpat akan setengah yang lain. Sukakah seseorang daripada kamu memakan daging saudaranya yang telah mati?. (Jika demikian keadaan mengumpat ) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. Oleh itu patuhilah larangan-larangan yang tersebut dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah penerima taubat, lagi amat mengasihani. (Surah al-Hujurat:12).

    BalasHapus
  15. alhamdulillah lum pernah d intimidasi... :)

    BalasHapus
  16. setuju, yang mengolok belum tentu lebih baik dari yang diolok. jadi, ngapain ngolok2 ya? ckckck

    BalasHapus
  17. menghina itu kayak gimanapun tetep ngga baik :(

    BalasHapus
  18. seperti orang gila yg ketawa.
    saya praktekan
    huakakakahihaiahiahiakaahahahah <== berbakat

    :P
    Intimidasi gak baik....
    sama kayak diskripsi... eh deskriminasi maksudnya
    :P

    salam hangat
    darei blogger abnromal

    BalasHapus
  19. Bukan pernah lagi, Pak. Itu yang kita saksikan setiap saat. Bahkan barangkali dan seringkali kita ikut di sana.

    Saya suka tulisan ini.
    *introspeksi*

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas