Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Bahkan dia lebih dermawan

lebih dermawan
Dikisahkan bahwa sekelompok laki-laki bertanya kepada seorang laki-laki kaya raya dan dikenal sangat dermawan yang bernama Hatim Ath-Tha'i,

" Apakah dalam hal kedermawanan ada yang mengalahkanmu?"

Ia menjawab,"Ada, seorang anak lelaki yatim dari suku Thai'. Aku pernah mengunjungi rumahnya dan ia mempunyai sepuluh ekor kambing.
Untuk menjamuku ia menyembelih satu ekor, lalu menghidangkannya untukku.
Diantara hidangan itu terdapat otak. Aku menyantapnya dengan lahap,ia memperhatikan bahwa hidangan otak yang ia suguhkan membuatku puas.
Lalu ia keluar dan meyembelih satu persatu untuk dimasak dan dihidangkan otaknya untukku.
Ketika aku hendak pulang, aku melihat darah banyak sekali dan ternyata semua kambingnya telah dipotong.
Ketika ditanya, mengapa ia lakukan semua ini, ia menjawab hal itu dilakukannya karena aku menyukai makanan yang ia hidangkan.
Ia merelakan semua yang ia miliki, dan kikir baginya adalah satu sifat tercela bagi seorang Arab."

Setelah mendengar penuturan Hatim ath-Tha'i, orang-orang bertanya," Apa yang engkau berikan sebagai balasan kedermawanannya?"

Ia menjawab,"Tiga ratus unta, lima ratus kambing."
Mereka berkata,
"Jadi engkau lebih dermawan daripada dia."

Mendengar kata-kata mereka, Hatim ath-Tha'i menjawab,
"Tidak, melainkan dia lebih dermawan daripada aku, sebab ia memberikan semua yang ia miliki, sedangkan aku hanya membalas dengan sebagian kecil dari kekayaanku!"

9 komentar:

  1. hmmm...
    ada jg ya yg gtu...
    zaman sekarang susah nyari yg bgtu...
    :)
    mas srya gmn...??
    :P

    BalasHapus
  2. subhanallah..untuk jaman sekarang itu sulit terjadi

    BalasHapus
  3. Mengutip ustad Yusuf Mansyur, hanya keimanan yang mau membuat orang berkorban untuk membuat orang lain bahagia. Akhirnya anak yatim itu mendapatkan ganti jauh lebih banyak lagi. Tapi tetap, keluarga mesti dicukupi terlebih dahulu sebelum sedekah. Diprioritaskan sedekah pada orang yang sangat membutuhkan.

    Dalam kasus ini, anak yatim ini sangat ingin menyenangkan hati tamunya

    BalasHapus
  4. aku jadi inget sama kisah di kitab suciku... hmmm...

    nice story...

    BalasHapus
  5. Kalo orang tahu pahala dari sedekah tentu bakal banyak yang bersedekah

    BalasHapus
  6. wah postingan mantap sob. Apakabar nih lama tak bersua, sekarang lagi di Samarinda nih mengikuti diklat multimedia di Grand Sawit dulu

    BalasHapus
  7. Rasululloh saw juga sangat dermawan. Jika beliau punya uang 2 real maka beliau segera ingin menyedekahkannya kepada yang memerlukan. tentu setelah beliau mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

    Kita banyak yang bernafsu menumpuk-dan menumpuk harta yang akhirnya menjebloskannya dalam penjara.
    Terima kasih artikelnya yang bermakna.

    Salam hangat dari Surabaya.

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas