Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

seekor jabatan

Harumnya bunga mawar, tidak perlu diiklankan, semua juga akan tahu.
Lebah dan kupu-kupu berdatangan dengan sendiri mengikuti semerbaknya,
tanpa terpaksa atau diberitahu mulut lain.



Demikian juga dengan pesona kewibawaan, tidak bisa dibuat dan dipamerkan, seperti merak mengembangkan ekor.
Apalagi se......... pejabat publik. Tidak dilihat dari raut, besar badan atau penampilan.
Tetapi dari prestasi kerja, tutur bahasa dan perilaku.Terutama pada bawahan yang secara khusus dibawah kewenangannya, dan masyarakat lain secara umum.

Naiknya karier, idealnya diikuti dengan kematangan diri (kedewasaan), bukan menjadi kemaruk...hormat, harta, kuasa...
" aku sendiri sering malu bila bercermin, karena melihat seolah seekor bukan seorang".

Sumber : pejabat berwibawa semu

17 komentar:

  1. ini puisi apa cerpen ya???
    hehehehe

    BalasHapus
  2. judulnya menggelikan.. seekor hehe

    BalasHapus
  3. @Riesta: hehehe, kombinasinya laaah....thanks mba...

    @ Bekasi Bersih : Iya nieh..seekor bukan seorang, habis pejabat sekarang banyak yang menyerupa binatang sich !

    BalasHapus
  4. sungguh puitis,.

    ehe,.

    ayat yg last tu macam nak memandang diri sndiri sebagai rendah..x meninggi diri dan riak.

    ye ke,.
    sy pakai cakap je,.

    BalasHapus
  5. jangan suka merendah ...

    Insya Allah ada sisi lain darimu ... hehehe ...

    sok tau y ...

    ^_^

    iya niy, udah mendingan ... alhamdulillah ...
    syukron doanya ...

    BalasHapus
  6. @ Cikti : itu gambaran umum saja, dari banyak sisi manusia..sengaja memakai kalimat akhir macam tu, dan ternyata memang terbukti mempunyai makna ganda..thanks Cik

    @ 4antum : terimakasih Shafiqah, sehat ya, sudah bisa jalan jalan

    BalasHapus
  7. cakep bener curahan hatinya....

    BalasHapus
  8. assalamualaikum kawan..

    mendapat jabatan berarti dipercaya untuk memegang tanggung jawab...semakin tinggi jawabatannya berarti semakin berat juga tanggung jawabnya..

    BalasHapus
  9. semoga dapat menggemban tanggung jawab dengan sebaik-baiknya kawan.

    g perlu kita merasa seekor atau seorang. yang penting bagaimana kita berbuat untuk tanggung jawab tersebut

    BalasHapus
  10. maaf kawan. telat mampir. lagi dikairo soalnya. ada sedikit urusan beasiswa. hehe

    trs internet juga numpang temen. soalnya g dapet wireless

    BalasHapus
  11. jabatan adalah karunia dan jabatan adalah sebuah ujian, bila kita mengejar jabatan belum tentu jabatan itu membawa berkah bahkan bisa menjadi bencana bagi kita dan keluarga kita.
    banyak orang yang "tidak kuat derajat" dan seolah seperti " kere munggah bale"

    BalasHapus
  12. pencerahan yang bagus :)
    seyogyanya memang begitu. kharisma dan kewibawaan adalah anggapan dari bawahan, bukan dipaksakan.

    BalasHapus
  13. semoga bisa bikin banyak orang kesindir

    BalasHapus
  14. Astagfirullah..bener-bener-bener..
    smoga kita dan kawan-kawan yang berima lain tak demikian...

    BalasHapus
  15. semakin tua padi semakin menunduk tangkainya...

    BalasHapus
  16. Sebagai pemangku jabatan atas, harus bisa memberi teladan buat yang di bawah. Harus bsa memberi contoh yang baik. :)

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas