Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Turbolance pada pendidikan

Sesuatu daya atau kekuatan yang dahsyat ditengah-tengah sistem kehidupan yang mapan, rutin, normal dan damai.
Seperti banyak kasus amoral, korupsi, kebejatan kaum intelek, bahkan yang berprofesi sebagai akademisi. Masalah yang dapat membuat orang muda " terkaget-kaget " melihat peristiwa tersebut. Sesuatu yang membuat bertanya "apa yang salah dalam dunia pendidikan "formal" kita ?". Dan tepatkah pertanyaan tersebut bahwa semua dibebankan pada pendidikan formal ?.
Tidak tepat sepenuhnya, tapi melihat wacana yang dikeluarkan pemerintah pada pendidikan anti korupsi yang akan dilaksanakan pada setiap jenjang sekolah, bisa dipahami arah berpikirnya pemerintah.
Tidak berpolemik pada masalah tepat atau tidaknya oreantasi arah kebijakan tersebut.
Jelasnya, sekarang bagaimana membangun sistem pendidikan yang mampu mengantarkan orang muda menjadi tidak mudah terpengaruh ( bahasa terkaget-kaget ) dan heran serta tidak cepat putus asa saat melihat semua kenyataan didepannya.
Tidak perlu selalu menunggu keputusan/kebijakan dari pemerintah, karena masalah ini sudah menjadi laten disekeliling kita.
Masalah moral, adab, etika, sopan santun sebenarnya menjadi bagian dari semua materi pendidikan yang sudah ada.
Kebijakan yang dimaksudkan untuk kebaikan pun bisa menjadi ledakan saat dia menjadi terlanjur hambar dan basi.

6 komentar:

  1. salam sahabat
    nah itu dia sekarang permasalahannya bagaimana membangun sitem pendidikan...kalau diperhatikan ulang dengan kaitan turbolance ini lebih difokuskan pada praktek atau kinerja di intern sekolah.bener gak mas.good luck

    BalasHapus
  2. Kadang-kadang pendidikan dikita jadi kepentingan politik pemerintah.

    BalasHapus
  3. kenapa ga ikut ke grogot sob

    BalasHapus
  4. apapun itu, menurut saya sebagai orang yang baru belajar hukum, menurut saya kita harus tetap mematuhi peraturan yang berlaku kang, hehe. salam

    BalasHapus
  5. kiranya memang Lebih baik demikian Mas, di muLai dari diri sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan tanpa mengandaLkan pihak2 terkait. dengan begitu, diharapkan akan tercipta suatu sugesti dan motivasi untuk tidak saLing menyaLahkan pihak2 tertentu.

    BalasHapus
  6. ketika ilmu itu hanya didengar dan tidak difungsikan, maka banyak bermunculan wakil rakyat (orang berpendidikan) tapi korup. dan keputus asaan yang melanda generasi muda.

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas