Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Suka, Cinta dan Sayang

cinta, suka atau sayang?
Suka adalah ketertarikan fisik, didalam pernikahan diperlukan rasa suka sebagai salah satu motivasi yang mengekalkan pernikahan.
Suka belum berarti cinta:
ketika seorang cowok mengatakan "aku cinta padamu" boleh jadi sebenarnya dia hanya ingin mengatakan "aku suka kamu"
Hanya suka pada cantik paras sang gadis, merah bibirnya, lekuk tubuhnya dan hal fisik semata.
Suka belum tentu siap berkomitmen, terikat dalam satu tanggung jawab besar membina rumah tangga.

Sedangkan Cinta:
Ada ketertarikan fisik tetapi juga ada ketertarikan dan keterikatan emosional.
Ada kesiapan bertanggung jawab.
Bagaimana dengan Kasih Sayang (Rahmat):
Kasih sayang yang muncul dari hati sanubari, dan tetap langgeng walaupun tanpa hadirnya daya tarik fisik.
Seperti kasih ibu kepada anaknya, seperti kasih sayang suami isteri sebagai sahabat sehidup semati ketika mereka sudah menjelang usia senja.
***
Dan ketika Remaja terburu-buru menafsirkan SUKA sebagai CINTA, maka seperti- Asmara Monyet VS Cinta Sejati.

Cinta Sejati : ingin agar yang dicintai terpelihara, terjaga, maju berkembang dalam kebaikan.
Cinta Sejati menjadi energi untuk menjadi lebih baik, ingin menjadi hadiah terbaik untuk yang dicintai.
Akan menjadi suami yang bertanggung berkualitas, akan menjadi isteri yang hebat, menjadi rumah tangga, tempat anak berkualitas tumbuh.

Cinta Sejati menumbuhkan tanggung jawab, kesetiaan total dan perencanaan matang.
Harus punya rumah, membesarkan anak, setiap pihak harus komitmen untuk menggoalkan projek besar ini.

Cinta Sejati membuat orang jadi cerdas keuangan.
Ada ongkos untuk kebahagiaan, ada dana untuk sebuah kualitas cinta yang sejahtera.
Cinta Sejati menjadikan diri secara sosial berkembang.
Bukan hanya kenal dirinya tapi keluarganya, lingkungan di sekitarnya.
Cinta menjadi jembatan silaturahim dua keluarga besar.


Cinta Monyet : Kagum, ingin memiliki, ingin merasa, dan tak peduli dengan masa depan yang di ‘cinta’. Pokoknya aku ingin kamu sekarang juga, titik ! Kalo kamu gak mau berarti kamu gak cinta
Cinta monyet justru menyerap energi, menghabiskannya dalam gejolak asmara kera: mau makan ingat kamu… mau tidur ingat kamu dst..
Cinta monyet hanya butuh rasa, bahkan variasi rasa, meloncat dari cinta satu ke cinta lain
Berakhir dengan kebosanan, selalu ada pengkhianatan dan kekecewaan
Asmara kera tak peduli harta, hanya cinta yang bisa membuat aku hidup.
Harta? Uang untuk happy-happy? Uang sekolah ditilep, uang SPP buat traktir
Cinta monyet, menarik diri dari masyarakat
Hanya ingin berdua dengan dia, di tempat sepi, di hutan akhirnya jadi monyet beneran.

Gambar: http://www.forumkami.net

18 komentar:

  1. Hmmm..., artikel menarik bang

    BalasHapus
  2. Seumuran saya kepala 4 malah sering nemu model keong racun, dasar kau keong racun. Baru kenal titik titik.

    Saya baru saja membaca tulisan lama tentang kesaktian manusia yang mengikuti tarekat dan ada komentar Pak Arya. Karomah tanda petik itu berbahaya ya, apalagi untuk dipamerkan, jadi riya'. Banyaknya ilmu kadang tidak ditunjang dengan kebersihan hati itu. Bicara ilmu agama pintar, tapi tidak sanggup hindari maksiat atau keinginan memamerkan kemampuan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. masuk atau mendalami tentang "hikmah" banyak jalan licinnya...jadi mudah terpeleset jika yang belajar tidak paham benar tentang Ke Tauhidan.

      Hapus
  3. Kalau sudah cinta apa pun bisa dikorbankan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ..sudah menguasai nalar...membuta

      Hapus
  4. cinta sejati milik sang pencipta.makanya cintai seseorang karena Allah..maka kau akan menemukan cinta sejati (tumben aku bijak kya gni,hehe..:p)

    salam EPICENTRUM
    monggo mampir..:)

    BalasHapus
  5. Aku lebih suka bilang sayang dari pada CInta hhee..
    KAlo rasa sayang kan selalu ada, tapi rasa cinta bisa pudar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. right, incredible, amazing, perfect, perfect at all....pake gaya tukul

      Hapus
  6. artikel nya bagus sob........
    aku lebih suka bilangk sayang di bandingkan cinta...

    BalasHapus
  7. semoga dengan rasa sayang bisa selalu terjalin kedamaian

    BalasHapus
  8. semoga pada akhirnya kita semua bisa menemukan cinta sejati kita :D

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas