Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Pos dan Internet

perangko
Masih ingat dengan tukang Pos?..Lalu dikaitkan dengan lembaran perangko dan benda-benda Pos lainnya...

"Aku tukang Pos rajin sekali
Surat kubawa naik sepeda
Siapa saja, aku layani
Tidak peduli, miskin dan kaya
..kring..kring..Pos...."

Begitulah, penggalan lagu masa kecil yang sering saya nyanyikan dengan adik-adik dikala bermain dirumah. ^_-^...terkadang diplesetkan sesuka hati sambil tertawa-tawa diakhir...karena lucu menemukan syair baru yang pas... ^__^
***
Sejak Internet dikenal luas, peran layanan Pos semakin tersisih. Zaman sudah berubah, Pak Pos dengan sepeda kayuhnya sudah tidak terlihat (yang bersepeda motor pun juga). Kemajuan Teknologi telah membuat perubahan perilaku sebagian besar orang dalam berkirim pesan/surat. Kebanyakan orang memilih menggunakan perangkat ponsel/smartphone atau melalui Internet.
Perubahan perilaku tersebut secara pasti menggeser peran perangko, telegram, wesel dan metode pengiriman konvensional lainnya.
Peranan Perusahaan Pos pun harus berubah agar bisa mengikuti perkembangan zaman.

Pos diberbagai negara sudah mengalami perubahan mengikuti perkembangan teknologi seperti smartphone dan Internet. Dengan kedua hal tersebut, pengiriman informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, jasa kurir antar surat tidak diperlukan lagi.
Tetapi memang ada jasa layanan yang tidak tergantikan, yaitu antar barang, untuk yang satu ini belum bisa digantikan dengan internet sekalipun (karena teknologi transfer benda -seperti di film-film fiksi ilmiah-belum bisa diimplementasikan ke dunia nyata).
Perangko Elektronik.
Perkembangan teknologi mulai menggeser fungsi pos dan perangko. Untuk itu jasa layanan pos pun mesti menyesuaikan, seperti salah satunya penerapan mekanisme perangko elektronik (electronic stamp).
Nantinya orang bisa berkirim surat digital dengan perangko digital. Walau ini pun belum bisa dikatakan dapat menyaingi teknologi komunikasi yang sudah menjamur (e-mail dan SMS), tapi ada keyakinan bahwa surat dan kartu pos dipercaya masih memiliki kesan dan pengalaman yang berbeda dibanding dengan e-mail atau sms. Surat dan kartu pos dengan wujud fisik akan membekaskan kenangan... ^_-^

Dinegara-negara maju, pengadopsian teknologi dalam jasa layanan pos bisa berjalan mulus karena infrastruktur jaringan internet bisa diandalkan, terutama koneksi Internet yang stabil dan handal. Sementara di Indonesia, pembangunan belum merata, khusus dibidang infrastruktur jaringan Internet.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat, United States Postal Service (USPS)mengembangkan bisnis mailing list bagi UKM (Usaha Kecil Mandiri). UKM-UKM ini bisa memanfaatkan layanan "Every Door Direct Mail" yang berupa mailing list tersebut untuk mengiklankan produk barang atau jasanya yang dijual. Pengusaha UKM cukup membuka website, menuliskan atau menyertakan brosur tentang usahanya, lalu memilih area yang ditargetkan melalui Internet. Alih-alih kode pos, interface Every Door Direct Mail memberikan mapping tool.

Pengguna cukup memilih area yang ingin disasar diatas peta online. Setelah itu USPS akan menerima data dan memrosesnya, untuk kemudian menyebarkan brosur tersebut ke area yang telah dipilih.
Selain itu, ada layanan "Click and Ship". Layanan ini memungkinkan pelanggan mendesain dan mencetak label untuk paket yang akan mereka kirim. Layanan prepaid ini memudahkan pelanggan untuk mencetak label dengan kertas sendiri. Pelanggan juga bisa memantau status kiriman paketnya secara online.

Kedua layanan tersebut cukup efisien karena dengan Every Door Direct Mail, pengiklan tidak perlu memasukan brosur satu persatu ke amplop dan menempel perangko. Cukup mengirimkan bundel yang ingin disebar ke kantor pos. Sistem pembayarannya pun bisa dilakukan secara online.

Hingga saat ini layanan Every Door Direct Mail mendapat apresiasi yang tinggi, khususnya dari para pelaku bisnis UKM yang menjalankan bisnisnya dari rumah. Sementara Click and Ship kedepannya akan dikembangkan menjadi aplikasi desktop dan menyasar UKM dengan pengiriman antara 10-100 kiriman surat perbulan.

Bagaimana dengan Perusahaan Pos Indonesia?... Mari kita tunggu.

Dikutip dari: Majalah Chip
Gambar:http://m7network.wordpress.com/

13 komentar:

  1. Sejak hape menjamur, perangko jadi nggak laku lagi Pak. Padahal perangko dan kartu pos, dulunya menjadi salah satu idola saya dalam berkomunikasi. Kalo kedepannya dimarakkan lagi leweat dunia maya, itu hal yang positip

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau bentuk fisik surat/kartu..ada bentuk fisik...ada nilai kenangan disana.....halah... ^-_-^

      Hapus
  2. lama tidak berkirim surat ataupun menerima surat, paling kalaupun ada surat laporan atau tagihan pak hehehe. bahkan saat ini tagihan dikirim melalui email, pak pos bertemu saya di jalan sampai tanya kabarnya, mungkin karena lama beliau tidak mampir kerumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudut kelas media belajar siswa18 Oktober 2012 21.07

      kalau sy ga pernah liat lagi bu .....pak pos yang bersepeda motor...pa lagi sepeda ontel....

      Hapus
  3. saya masih sering dapet kiriman dari pos kadang surat kadang berupa barang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemarin (dulu) dapat kiriman dari Pakde BlogCamp....paket....barang..buku

      Hapus
  4. . . jadi pengen bikin surat nich. buat sapa aja dachhhh,, he..86x. tapi ada hape. namun kayaknya kalo surat^an gitu pasti lebih terasa beda gimana gitu ya?!? he..86x . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok 86x yaa??..apa to maksudnya jeng?x100 :)

      Hapus
  5. I'm really impressed with your writing skills as well as with the layout on your blog. Is this a paid theme or did you modify it yourself? Either way keep up the nice quality writing, it is rare to see a great blog like this one these days.http://www.gather.com/viewArticle.action?articleId=281474981769815
    my web page > Watch Flashpoint Season 5 Episode 10

    BalasHapus
  6. sekarang untuk kirim kiriman surat sudah jarang apalagi pak pos yang pakai sepeda dah ndak ada lagi lebih mudah pakai hapelah sekarang jeng

    BalasHapus
  7. makasih banyak atas semua info nya gan ,,,,,,,,,

    BalasHapus
  8. beruntungnya saya masih secara rutin menerima kiriman surat tapi bukan surat pribadi sih. Biasae surat undangan dan schedule pelatihan yang dikirimkan secara reguler tiap ada apdet jadwal...perangkonya juga masih bentuk perangko fisik biasa PAk.

    BalasHapus
  9. bentar lagi kantor pos akan menjadi museum ;(

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas