Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Orang Gila

orang gila
Kemarin*, melintas dijalan dekat perempatan traffik light, agak perlahan.
Sempat terkejut melihat seorang lelaki berpenampilan bersih, berjongkok dipinggir selokan jalan. Mencuci muka dan minum.

Kalau orang normal, tentu tidak melakukan yang begitu. Tapi tidak juga lantas menyimpulkan bahwa orang itu gila.
Dari sudut pandang "kesejatian hidup", tidak serta merta berbagai perilaku manusia yang menyimpang dari normal adalah gila secara medis.
***
Atau ada bicara tentang orang-orang gila secara adab, memberlakukan aturan dengan emosi jiwa yang gaduh.
Menghina sesama sudah lazim, apalagi jika berstatus rendah!
Anak tidak menghormati ibu-bapaknya, di zaman ini sudah biasa, apalagi kondisi orangtuanya juga bukan sebagai panutan.
Ada saja orangtua atau dewasa yang menganjurkan anak-anak untuk berbuat cela.
Lantas pada kondisi terdesak, orangtua berteriak akan perilaku anaknya yang tidak menghargai, menghormati diri mereka.
Padahal sedari kecil, tangan sudah menggenggam bara bumerang kepada anak-anak dalam mendidik.

Banyak contoh orang gila yang tidak terdeteksi oleh medis.
Tetapi sudah nyata dalam area idealsm,
Jadi ?....

Illustrasi:
Seorang Ayah dan anak lelaki, melaju dalam mobil. Didalamnya si ayah sudah membekali seribu amunisi kepada anaknya untuk dimuntahkan kepada seorang lelaki yang melaju dengan sepeda motor tua.
Begitu melewati, si anak dengan lantang berteriak keras disokong kuat si ayah yang terkekeh-kekeh.
Bahasa kotor sudah keluar, bahasa mengintimidasi sudah selesai, wajah bangga juga terlihat pada si ayah dan anak.

Adab sudah dilupakan, ajaran agama mungkin tidak pernah didapat, apalagi?!

*melihat pada beberapa tahun silam.

Gambar:http://www.tempo.co

2 komentar:

  1. Balasan
    1. menjadi gila bisa disamakan dengan ke-omnivoraan- manusia-sebagai pemakan segala- semua bisa dimakan

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas