Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Zaman Fitnah

fitnah
Ini zaman adalah zaman akhir, kerusakan alam dan manusia nyata, kebenaran menjadi samar, fitnah dimana-mana.
Mencari pengaruh dengan banyak bergunjing-seakan bergunjing adalah hal yang benar- ini fitnah.
Berteori fasih tentang harga menghargai, menghormati, tidak membeda-bedakan orang, itu cuma teori, begitu tersudut dengan kesalahan nyata dimata, langsung menampakan ego pangkat, jabatan, status sosial - ini fitnah.
Bermanis-manis dimulut, seperti menaruh seonggok gula untuk memancing banyak semut, kemudian merasa bahagia, bangga dengan banyak semut yang datang, tetapi lupa terus menerus dengan hakikat diri.....ini pun fitnah.
Dan lebih lagi fitnah-fitnah yang lain...

Zaman ini memang zaman akhir sekaligus juga zaman fitnah.
Zaman ketika hati seorang dipenuhi dengan keimanan di pagi hari, kemudian kembali membuang keimanan itu disaat malam.
Zaman ketika malam harinya dipenuhi dengan munajat dan tangisan sementara paginya kembali mencampakkan iman.
Agama dan Tuhan kamu anggap cerita pengantar tidur, hanya digunakan untuk menina bobokan syaraf diotakmu....sebatas refreshing katanya.
Doa-doa sering kamu panjatkan di media sosial, beribu amin kamu dapatkan....tetapi adab dalam berdoa kamu tidak tahu, shalat sering tertinggalkan,....kamu anggap Tuhan itu apa? ...ya tentu cuma dongeng.
***

Dalam Kitab Mufrodat, fitnah berasal dari kata Fatana-Yaftunu yang memiliki arti meletakkan emas di tempat yang panas hingga terpisah emas yang murni dengan logam yang lain.

Jika kita perhatikan, proses fitnah dalam kehidupan nyata pun demikian. Kondisi yang begitu panas sehingga memisahkan orang yang berpegang teguh dengan kebenaran dan orang yang hanyut dalam fitnah itu.

Fitnah adalah sesuatu yang panas yang masih samar dan kabur. Sulit mengenali hakikat aslinya. Dan Allah Subhanahu Wata"ala menyebut kata fitnah dengan segala bentuknya sebanyak 56x di dalam Al-Qur’an.

Namun, fitnah disini memiliki arti yang bermacam-macam.

1. Fitnah memiliki arti ujian. Allah Subhanahu Wata"ala berfirman,

وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ -٢٨-

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.” (Al-Anfal 28)

2. Tipu daya.

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ -٢٧-

“Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga.” (Al-A’raf 27)

3. Bencana dan siksaan.

ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ -١٤-

(Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.” (Adz-Dzariyat 14)

4. Kesesatan.

وَمَن يُرِدِ اللّهُ فِتْنَتَهُ فَلَن تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللّهِ شَيْئاً -٤١-

“Barangsiapa Dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya).” (Al-Ma’idah 41)

5. Syirik, kufur dan penyembahan berhala.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ -١٩٣-

“Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata.” (Al-Baqarah 193)

6. Menghalangi agama Allah Subhanahu Wata"ala

وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللّهُ إِلَيْكَ-٤٩-

“Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah Diturunkan Allah kepadamu.” (Al-Ma’idah 49)



Jika kita perhatikan, semua arti di atas adalah efek dari fitnah. Ia dapat menjadi cobaan, bencana bahkan dapat memalingkan seseorang dari agama Allah Subhanahu Wata"ala Begitulah gambaran Al-Qur’an mengenai fitnah.

Fitnah adalah sesuatu yang amat berbahaya. Ia tidak hanya merusak seseorang tapi bisa merusak masyarakat. Karenanya, jangan heran jika fitnah disebut lebih kejam dari pembunuhan.

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ-١٩١-

“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.” (Al-Baqarah 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ-٢١٧-

“Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.” (Al-Baqarah 217)



Betapa besar dosa dari pembunuhan. Namun ternyata ada dosa lebih parah dari sekedar pembunuhan. Hal yang mudah terucap namun berat timbangan dosanya. Fitnah adalah kondisi disaat seorang harus menghadapi situasi yang samar, penuh dengan kebingungan. Bagaimana fitnah bisa lebih berbahaya dari pembunuhan?

Pembunuhan hanya memisahkan ruh seorang dari jasadnya, setelah itu selesai. Namun fitnah itu adalah upaya membunuh agama. Membunuh ruh seseorang, bukan hanya jasadnya. Sementara tidak ada sesuatu termahal yang dimiliki manusia melebihi ruhnya.

Fitnah dapat merupah sikap, akhlak, akidah bahkan agama seseorang. Fitnah dapat merenggut keyakinan seseorang akibat samarnya kebenaran dan kebatilan. Jika pembunuhan hanya merugikan korbannya di dunia, maka fitnah bisa merugikan seseorang di dunia dan akhirat. Siapa yang lebih rugi dari seorang yang merugi di alam abadinya?

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ -١١-

“Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.” (Al-Hajj 11)

Akibat dari pembunuhan bisa selesai setelah kejadian berlangsung. Tapi akibat dari fitnah bisa berdampak pada generasi ke generasi. Fitnah terhadap keyakinan, agama dan pegangan hidup itu amat keji karena penabur fitnah sedang ingin menginjak-injak ruh manusia.


2 komentar:

  1. Sekarang susah membedakan mana yang benar mana yang salah ya, Cikgu
    Semua mengaku benar dan menyalahkan yang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hm iya,...apa kabar mba....semoga baik sehat sekeluarga

      Hapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas