Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Langkah membuat PTK

PTK-Penelitian Tindakan Kelas
Langkah membuat PTK. Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam PTK adalah identifikasi dan formulasi masalah.
Terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan guru dalam melakukan identifikasi masalah yaitu sebagai berikut:

1. Menuliskan semua hal yang dirasakan memerlukan perhatian dan kepedulian karena akan mempunyai dampak yang tidak diharapkan terjadi, terutama yang terkait dengan proses pembelajaran misalnya daya serap siswa terhadap materi, penggunaan media, metode, model pembelajaran, alat evaluasi, sikap, motivasi, minat, persepsi siswa terhadap proses pembelajaran atau intensitas waktu pembelajaran dll.

2. Memilah dan mengklasifikasikan masalah menurut jenis atau bidang permasalahan, jumlah siswa yang mengalami masalah dan tingkat frekuensi yang timbul.

3. Mengurutkan masalah dari yang ringan, jarang terjadi dan banyaknya siswa yang mengalami dari masing-masing jenis permasalahan.

4. Mengambil 3-5 masalah setiap urutan dan diskusikan dengan teman sejawat yang mengajar mata kuliah atau mata pelajaran yang sejenis atau program lain yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi atau bicarakan dengan teman yang kritis. Catatlah gagasan-gagasan tersebut. Mencatat gagasan seringkali lebih produktif daripada hanya merenung-renungkan permasalahan. Pilihlah isu-isu yang dapat ditangani secara proporsional dan mulailah terlebih dahulu dengan masalah-masalah yang dihadapi sendiri.

5. Masalah yang telah didiskusikan tersebut kemudian dikaji kelayakannya untuk dipilih.
Masalah yang dianggap layak untuk suatu PTK adalah;
(a) masalah tersebut menunjukkan suatu kesenjangan antara teori dan fakta empiric yang dirasakan dalam proses pembelajaran atau keseharian tugas guru/dosen;
(b) adanya kemungkinan untuk dicarikan alternative solusinya melalui tindakan konkrit yang dapat dilakukan guru dan siswa;
(c) masalah tersebut memungkinkan dicari dan diidentifikasi hal-hal atau factor yang menimbulkannya

6. Jika memerlukan kolaborator dari sekolah/perguruan tinggi lain, maka fungsinya sebagai pencetus gagasan, membantu merumuskan masalah, dan bukan pemberi masalah.
***
Langkah kedua adalah merumuskan permasalahan secara operasional dan pertanyaan penelitiannya. Rumusan masalah yang tepat untuk PTK seperti;
(a) Bagaimana menerapkan “computer-based learning” dalam pelajaran sejarah/bahasa Inggris ?;

(b) upaya-upaya apa saja yang dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran sejarah/bahasa Inggris melalui “computer-based learning”;

(c) kendala-kendala apa yang dihadapi guru dalam menerapkan computer-based learning di kelas ?;

(d)Apakah terdapat perubahan motivasi belajar mahasiswa setelah diterapkan “computer-based learning dll. Sedangkan rumusan masalah yang tidak tepat untuk PTK adalah :
-Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar oleh guru otoriter dengan yang diajar guru demokratis;
-Apakah terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja guru;
-Berapa jumlah anak yatim atau piatu yang sekolah di Ciamis dll.
***
Langkah ketiga adalah mendefinisikan fokus permasalahan dengan lugas dan jelas.

Definisi permasalahan atau hipotesis ini berguna untuk menentukan data apa yang harus dicari dan dikumpulkan serta untuk menganalisisnya. Karena penelitian tindakan lebih menitikberatkan pada pendekatan naturalistik maka hipotesis tindakan yang dirumuskan bersifat tentative yang mungkin mengalami perubahan sesuai dengan keadaan lapangan.
Bentuk umum rumusan hipotesis tindakan ini berbeda dengan hipotesis penelitian konvensional. Jika hipotesis konvensional menyatakan adanya keterhubungan atau perbedaan antara dua variable atau dua kelompok seperti contoh:

(a) Terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru;

(b) Terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar guru otoriter dengan yang diajar guru demokratis. Sedangkan hipotesis tindakan rumusannya menyatakan jika kita melakukan tindakan ini, maka kita percaya bahwa tindakan kita akan merupakan suatu pemecahan masalah yang kita teliti Contoh: jika proses pembelajaran sejarah/bahasa inggris menggunakan computer-based learning maka pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran akan meningkat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan yaitu:
Rumuskan alternatif-alternatif tindakan untuk pemecahan-pemecahan masalah berdasarkan hasil kajian. Alternatif tindakan hendaknya memiliki landasan yang jelas secara teoritik atau konseptual.
Kaji ulang atau evaluasi setiap alternative pemecahan yang diusulkan dari segi bentuk tindakan dan prosedurnya, kelayakan, kemudahan, optimalisasi hasil serta cara penilaiannya
Pilih alternatif tindakan dan prosedur yang paling baik untuk hasil yang optimal dan dapat dilakukan oleh guru dalam kondisi dan situasi yang ada.
Tentukan langkah-langkah untuk melaksanakan tindakan serta cara-cara untuk mengetahui hasilnya.
Tentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan untuk mengetahui apakah dengan tindakan yang dilakukan telah terjadi perubahan, perbaikan atau peningkatan.
***
Langkah keempat, menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan yang meliputi:
1. Menyusun desain atau rancangan PTK
2. Menyusun rancangan pengelolaan pembelajaran seperti: menyusun Silabus, rencana pengajaran, materi perkuliahan, model dan metode pembelajaran serta evaluasi hasil dan/atau proses belajar.
3. Menyusun dan menyediakan alat pengumpul data seperti: catatan lapangan, pedoman wawancara, kuesioner, kamera, tape recorder, handycam dll.
4. Menyusun rencana pengolahan data, baik yang bersifat kualitatif dan/atau kuantitatif
***
Langkah kelima , pelaksanaan tindakan dan pengamatan. Kegiatan ini dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Guru melaksanakan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Ada dua jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh guru sendiri yang menerapkan dan mengelola pembelajaran di kelas atau peneliti memberikan pengarahan dan motivasi kepada guru sejawat/guru yang
melakukan tindakan di kelas.

2. Peneliti dan/atau kolaborator melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh guru. Kegiatan pengamatan ini dilakukan secara komprehensif dengan memanfaatkan berbagai alat pengumpul data seperti: alat perekam, kamera, catatan lapangan, pedoman wawancara dll.
***
Langkah keenam, refleksi yaitu peneliti dan teman sejawat mendiskusikan hasil pengamatan. Kegiatan ini meliputi: analisis, pemaknaan, penjelasan, penyimpulan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Hasil yang diperoleh berupa temuan tingkat efektivitas rancangan pembelajaran yang telah disusun serta aspek-aspek permasalahan yang muncul di lapangan yang selanjutnya dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan perencanaan untuk siklus berikutnya.

Sumber belajar dan Pendidikan:Tarunasena Ma'mur
Gambar:http://educatinalwithptk.wordpress.com

16 komentar:

  1. Banyak juga langkahnya ya.. Butuh kerja keras untuk itu tuh.. Semoga sukses

    BalasHapus
  2. secara prosedur memang agak diruwetkan dengan langkah2 diatas...terlihat susah?..padahal tidak...yah tinggal jalankan saja (dipraktekan)...niscaya mudah....cieciecie... ^_^...(gaya betul)...>_<

    BalasHapus
  3. tujuannya agar guru memperhatikan perkembangan siswa yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudut kelas media belajar siswa6 Februari 2013 21.38

      iya, masalah perilaku tidak ada habisnya untuk diamati....

      Hapus
  4. Memang saya suka penjelesannya yang begitu panjang ini,tapi ini bertujuan untuk membuat orang lebih mengerti dengan langkah-langkahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tinggal penerapannya yang bisa menghasilkan bukti bahwa segala teori jika dipraktekan..ternyata....?....

      Hapus
  5. iya cukup banyak,, cuman kalo dihayati bisa jadi mudah :D

    BalasHapus
  6. dengan niat dan ketekunan Insya Allah bisa menjalankannya ya Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu..langsung praktek

      Hapus
  7. Wah, kalo yg beginian nyimak aja pak. :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ^__^ ..terimakasih mas atas kunjungannya...salam

      Hapus
  8. weee... kayak tugas kuliah gini yak. lengkap banget. hehehe... salam kenal pak kunjungan pertama :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga Mas..salam

      Hapus
  9. .. widichhhhhhhh,, langkahnya panjang kale lebar pak guru. bikin punyenk. huhh ..

    BalasHapus
  10. ayo pak update lagi .... hohohoho .. :D

    BalasHapus

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas

Labels

Pengembangan pendidikan siswa Perenungan wawasan belajar Pembelajaran manusia guru agama Aplikasi Gratis Metode Dinamika Indonesia Allah hidup sekolah Linux Tuhan Open source SDM anak kondisi orangtua Penyegaran aplikasi sejarah Pendidikan Agama Islam pelajaran alQuran cerita Islam award dan tag blogger kurikulum 2013 kreatifitas media Inisiatif gaya hidup sosial teman PAI hadits lingkungan Internet tauhid Aplikasi pendidikan Regulasi cinta komputer teknologi Tafsir pemimpin perilaku aplikasi linux budaya rasa Google Keamanan harmonisasi ilmu balikpapan hati hikmah ibnu katsir iman kecerdasan kontes artikel manfaat otak Al-Fatihah pelajaran matematika rekayasa Tradisi berita karakter air alam desain grafis kepribadian mata semester shalat ubuntu alternatif analisis aplikasi bantu atom distro fisika gaya belajar ikhlas jaringan kesadaran kimia listrik molekul nilai ideal perangkat pembelajaran portabel prakarya&kewirausahaan puasa ramah lingkungan sahabat sistem Office asmaul husna efisiensi energi facebook game gaya green computing jiwa kompetensi dasar pengetahuan magnet media sosial membersihkan perangkat lunak program setan ujian Gerakan Pramuka IP Jalalain angin aryadevi bergerak berhitung bosan browser bugil bullying ciri berpikir kreatif efektivitas hadits qudsi hari raya hikayat balikpapan home visit hukum termodinamika ibu info jalan kedisiplinan kewalian kleptomania kosong legenda ma'rifat masyarakat partikel pelabelan produk pelestarian praaksara sejuk silabus supervisi guru topeng utility zakat fitrah ruang lingkup