Cari Artikel di blog Media Belajar Siswa

Loading
Untuk mencari artikel cukup ketikan kata kunci dan klik tombol CARI dengan mouse -Jangan tekan ENTER.

Jangan sia-siakan Iman Islam mu

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

(Jangan sia-siakan Iman Islam mu)
Agama Islam mengajarkan bahwa manusia harus selalu belajar, akal pikiran diberdayakan. Memanfaatkan potensi yang dipinjamkan Tuhan kepada makhluk ciptaanNya.
Termasuk memikirkan Tuhan lewat permisalan-permisalan, contoh-contoh di alam semesta.
Seperti,...bumi, langit, bulan, matahari tentu ada yang membuatnya (mencipta), sebagai perbandingan logika, kursi, meja dan bangunan adalah tukang kayu yang berkreasi membuatnya, tidaklah mungkin seperangkat meja dan kursinya itu tiba-tiba ada tanpa ada yang membuat (ini sebagai awal/dasar).

Riwayat Nabi Ibrahim pun mencari-cari Tuhan lewat perbandingan benda-benda dialam, melewati pergulatan pelik, memikirkan, merasakan, sampai kepada puncak mendapat hidayah bahwa Tuhan yang sebenarnya tidak serupa dengan benda-benda dialam ini.
Dan tentu yang membuat/mencipta tidak mungkin serupa dengan ciptaannya.

*(Laisa Kamitslihi Syaiun (لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ) petikan ayat yang terdapat dalam surat asy-Syura' ayat ke 11.
Ayat ini banyak dijadikan dalil penguat dari sifat Allah yang termasuk sifat wajib baginya yaitu mukhalafutuhu lil hawadits, berbeda dengan makhluknya. Artinya Allah itu qiyamun linafsihi, berdiri sendiri, tanpa intervensi dari siapapun, Allah itu ya Allah, tiada yang menyamainya, tiada yang setara dengan Dia.
Sehingga wajar jika dalam petikan ayat tersebut Allah berfirman bahwa tidak ada sesuatupun (makhluknya) yang menyerupainya. Bahkan Allah subhanahu wa ta'ala lah yang Maha mendengar dan mengetahui segala sesuatu itu)*.

Ini keberlanjutan dari awal pemikiran menuju ke rasa mempunyai Tuhan (beriman). Dan setelah beriman, jangan lagi dipikir-pikir, dirasa-rasa (dalam arti dirasa dihati yang luar/dangkal) lagi tentang Tuhan. Tetapi harus di diamkan sediam-diamnya di sama tengah hati ( turunkan/diamkan pikiran dan rasa ke pusat/pusar).
- Jika sudah beriman-punya iman dengan beragama ISLAM- jaga...jaga agamamu itu dengan terus berlatih (praktek)!
(BERLATIH APA?!....Sholat yang wajib itu di  TEGAKAN!!! didirikan, dibangun, jika sudah menjadi...yang lainnya....yakin! akan mengikuti).

Sehingga yang bermain bekerja bukan lagi pikiran dan perasaan hati, tetapi "diam".

Jangan terpesona dengan pikiran dan perasaan yang cenderung terpengaruh hawa nafsu di dalam diri sendiri atau dari luar.

(Ini berkaitan dengan keikhlasan juga, tidak usah dipikir-pikir, dirasa-rasa apalagi sampai tercetus keluar dari mulut).

TAUHID: tauhid itu bukan belajar mengesakan Tuhan, karena Tuhan itu sudah ESA, jangan dipikirkan lagi tentang ke Esa an NYA, yang perlu kita kejar dengan belajar dan berlatih adalah bagaimana kita manusia selalu mengembalikan segala sesuatunya hanya kepada TUHAN. Apa itu segala sesuatunya?....pahami surat al Ikhlas!

cat: di zaman akhir ini, cenderung orang selalu terbawa arus banyak yang kuat, iman (beragama Islam) itu dianggap asesories dibadan, ada yang banyak omong tentang kebaikan, tapi ternyata hanya omong doang! ada juga yang diam-pendiam- tapi iman di hati disia-siakan.
JANGAN SIA-SIAKAN IMAN ISLAM MU !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog Arya-Devi sudut kelas media belajar siswa)
Komentar Anda sebagai masukan berharga dan juga sebagai jalinan interaksi antar pengguna internet yang sehat. Dan jika berkenan mohon dukungannya dengan meng-klik tombol G+.

Jika berkenan dengan artikel di Blog ini,Mohon dukungan dengan klik G+ di Aryadevi Sudut Kelas